oleh

Wilayah Indonesia Diobok-obok Drone Asing, PKS Singgung Tanggungjawab Prabowo

DEMOKRASI News – Penemuan drone bawah laut di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan akhir Desember lalu bukan permasalahan sepele.

Drone tersebut juga diindikasikan sudah sekian waktu berkeliaran di wilayah Indonesia.

Selama itu pula, diduga drone tersebut juga mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI Sukamta dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (3/1/2021).

Menurutnya, teknologi pertahanan Indonesia tertinggal dibanding negara lain.

Atas hal itu, sambungnya, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI harus segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Ini pekerjaan rumah Pak Menhan (Prabowo Subianto) untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini, Prabowo bisa membawa Indonesia melakukan kerjasama dengan beberapa negara lain untuk alih teknologi.

Baca :  NU Mulai "Tarik Diri" dari Jokowi, Kritisi Pilkada hingga UU Cipta Kerja

“Selain tentunya dengan mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, pemerintah juga perlu segera perbaiki sistem keamanan teritori.

“Agar kejadian drone yang menyelundup ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Legislator asal Yogyakarta ini juga meminta TNI Angkatan Laut dan Bakamla lebih memperkuat patroli laut.

Komentar

News Feed