oleh

Warga Biasa, tapi Punya Senapan Laras Panjang dan Ratusan Peluru

DEMOKRASI.CO.ID, BANDUNG – Polda Jabar melalui Ditreskrimum mengungkap adanya kepemilikan senjata api ilegal oleh seorang warga berinisial AS.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga menjelaskan pengungkapan kasus kepemilikan senjata api ilegal ini, diungkap pada Selasa (18/7) kemarin.

“Seorang warga inisial AS diamankan, karena diduga menyimpan, membuat dan memiliki senjata api ilegal,” jelasnya, Rabu (22/7/2020) di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar.

Direskrimum Polda Jabar, Kombes CH Patopoy menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan warga sekitar yang resah karena pelaku membuat senjata api.

“AS ini membuat senjata dikediamannya dikawasan kampung pamucatan, kecamatan Nagreg kabupaten Bandung. Dalam pengungkapan ini berhasil diamankan juga ratusan amunisi senjata laras panjang,” jelasnya.

Baca :  Polisi Duga Akun STM-Sejabodetabek Provokasi Anggota untuk Buat Kericuhan

Dari pengakuan AS, polisi mendapatkan informasi bahwa ia pernah menjadi perajin senapan angin.

“Infonya perajin senapan, dan sudah membuat senapan sejak tahun 1998. Kami terus dalami,” jelasnya.

Terkait ratusan amunisi kaliber 5,56 mm yang turut disita dari kediaman AS, Patapoy menjelaskan masih harus melakukan uji balistik ke Labfor.

“Kalau dilihat dari bentuk memang sepeti amunisi organik, tapi kita masih dalami dengan melibat Labfor,” jelasnya.

Untuk tiga senjata laras panjang yang diamankan saat ini, pengakuan AS digunakan untuk memburu babi hutan.

“Pengakuannya untuk memburu babi hutan, saya masih mendalami pengakuan AS ini,” paparnya.

Pihaknya menduga, ada senjata api lain yang sudah dijual AS kepada pelaku kriminal.

Baca :  Usai Diperiksa Komnas HAM, Kapolda Metro: Kami Berkepentingan Kasus Ini Terang di Publik

“Terus kita dalami soal itu ya,” jelasnya.

Dari kasus ini, berhasil diamankan 28 barang bukti. Di antaranya satu pucuk senpi laras panjang kaliber 5,56 mm, jenis tj4.

Satu pucuk jenis tj5, satu pucuk senpi belum jadi, 29 kaliber 3,03, 46 kaliber 7,62, 62 kaliber 7,62, 52 kaliber 5,56, 28 kaliber 5,56, 21 butir peluru D3/PSD, lima butir kaliber 9, 16 kaliber 9, 14 kaliber 3,8, 15 kaliber 8,4.

JUga 22 buah magazen, satu penjepit, satu buah obeng min, satu buah tang, dua buah kikir, satu buah sigma, satu buah penggaris, dua buah palu, dua buah penggaris waterpas, satu buah camber, lima buah Laras,dua peredam, satu gergaji besi, dan satu popor kayu.

Baca :  Pekerja Hiburan Malam Minta Karaoke Dibuka Kembali, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Tersangka AS dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat RI no 12 tahun 1951.

“Tersangka dijerat sanksi pidana 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Komentar

News Feed