oleh

Viral Baliho HRS Dicopot, Permadi Arya: Sampah Peradaban, Terima Kasih TNI – Suara Jogja

DEMOKRASI News – Viral video sekelompok pria berseragam loreng yang melepas baliho bergambar Imam Besar FPI di tepi jalan. Dilaksanakan malam hari, tidak telihat jelas wajah orang-orang yang melepas baliho Habib Rizieq Shihab tersebut.

Video itu tersebar di media sosial. Salah satu yang ikut membagikan adalah Permadi Arya, melalui akun Twitter-nya, @permadiaktivis1. Pria yang akrab disapa Abu Janda ini membagikan video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan beberapa orang pria berseragam loreng yang tengah melepas baliho bergambar HRS.

“Sebenarnya bukan tugas TNI untuk membersihkan sampah. Tapi karena ini sampah peradaban, terpaksa TNI turun tangan. Terima kasih TNI,” tulis Permadi.

Abu Janda menyebutkan bahwa sebenarnya membersihkan baliho bukanlah tugas lembaga keamanan negara tersebut. Menilai baliho itu sebagai sampah peradaban, Permadi mencoba memaklumi jika sampai TNI turun tangan untuk membereskannya. Ia berterima kasih kepada sekelompok orang yang diduga anggota TNI tersebut.

Baca :  Uang Nasabah Rp 3 Miliar Raib dari Rekening, Bank Bukopin Kupang Dipolisikan

Dalam video itu, terlihat tidak sedikit pria bertubuh gagah bergerombol menurunkan baliho bergambar pria yang baru pulang dari Arab Saudi setelah pergi selama 3 tahun lebih. Salah satu orang memanjat satu sisi baliho yang dipasang dengan bambu itu.

Dengan bantuan alat diduga pisau, pria itu menarik dan melepas baliho dengan sigap seperti orang yang terlatih. Sementara beberapa orang lainnya berdiri di bawah. Ada yang memegangi kerangka baliho dan menyeret baliho agar terlepas ke bawah seutuhnya.
Spanduk Habib Rizieq Shihab dirusak kelompok berseragam loreng. Video itu dibagian FPI dan viral.

Spanduk Habib Rizieq Shihab dirusak kelompok berseragam loreng. Video itu dibagian FPI dan viral.

Sejak diunggah pada Rabu (18/11/2020), video itu sudah ditayangkan lebih dari 31 ribu kali. Ada 2.000 lebih yang menekan tanda suka dan 600 lebih yang membagikan ulang. Dari ratusan komentar yang ditinggalkan, kebanyakan pengikuti media sosial Abu Janda setuju dengan langkah yang dilakukan sekelompok pria berseragam itu.

“Semakin banyak kalian copot semakin banyak kami pasang hahaha,” tulis akun @arya_yaaser.

“Tapi kok agak aneh ya, terkesan buru-buru terus kenapa mesti malam hari, semoga TNI tidak takut fpi,” komentar akun @sean_lionel15.

“Dulu penceramah menafsir inti isi Alqur’an menyejuk rasa hati. Jaman sekarang sebagian penceramah memaki-maki sangat aneh,” tanggapan akun @Bimalaya63.

Sementara akun @KekehSumaryo mengatakan, “Itu untuk menunjukkan kalau TNI itu ada untuk melindungi segenap tanah air dan rakyat Indonesia.”[Sc]

Komentar

News Feed