oleh

Video Kota Masamba Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang, Belasan Korban Jiwa

DEMOKRASI.CO.ID – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2020) malam. Setidaknya enam kecamatan di daerah ini porak-poranda diterjang air bah. Termasuk di Kota Masamba, ibu kota Luwu Utara yang berjarak 480 Kilometer dari Kota Makassar.

Informasi yang diperoleh Pojoksatu.id hingga Selasa (14/7/2020) sore, jumlah korban jiwa mencapai 16 orang. Sementara, dari keterangan warga sekitar masih banyak warga yang hilang terbawa banjir.

Beberapa dari mereka mengunggah foto keluarganya yang hilang di media sosial, yang hingga sore tadi belum diektahui keberadaannya.

Sementara tim SAR gabungan dari berbagai daerah di sekitar Luwu Utara, seperti Kota Palopo, Kabupaten Luwu dan Luwu Timur sudah terjun ke lokasi sejak Senin malam, membantu evakuasi korban.

Baca :  Polisi: Penusuk Syekh Ali Jaber Pemain Tunggal, Tidak Disuruh

Relawan dari berbagai daerah juga berdatangan, membantu korban banjir bandang Masamba. Termasuk bantuan makanan, pakaian dan keperluan bayi juga sudah berdatangan.

Kondisi Masjid Agung Syuhada pasca banjir bandang Masamba.

Namun beberapa warga yang mengungsi juga masih mengeluh belum mendapat bantuan. Seperti yang mengungsi di Kantor Pajak Masamba, ada yang mengaku belum mendapat asupan makan sejak pagi hingga sore tadi.

Adapun di media sosial beredar sejumalh foto dan video suasana Kota Masamba yang luluh lantak pasca diterjang banjir bandang.

Sejumlah kendaraan terjebak dalam lumpur dengan ketebalan hingga dua meter. Saat ini material lumpur dan kayu masih memenuhi jalan-jalan.

Belum lagi kerusakan rumah dan toko milik warga. Dilaporkan, banyak diantara warga yang saat ini masih mencari keluarganya yang hilang. Akibat banjir yang terjadi semalam, jalur trans Sulawesi putus total. Baik dari arah Luwu Timur maupun Palopo.

Baca :  Rekonstruksi Di Jakarta Utara, John Kei Suruh Anak Buah Bawa Nus Kei Ke Hadapannya

Lumpur memenuhi jembatan Radda di Kecamatan Baebunta menyebabkan kendaraan tak bisa melintas. Saat ini relawan dari sejumlah daerah seperti Luwu, Palopo dan Luwu Timur sudah bergerak ke Luwu Utara untuk membantu warga.

Laporan lain menyebutkan bahwa setidaknya ada 500 kepala keluarga dari tiga desa di Kecamatan Masamba mengungsi. Ratusan rumah warga di tiga desa itu juga rusak parah.

Komentar

News Feed