oleh

Venezuela Tuding Inggris Ingin Curi Emas Senilai Triliunan Rupiah Miliknya, Ada Apa?

DEMOKRASI.CO.ID – Venzuela dibuat marah oleh keputusan pengadilan Inggris. Lantaran pengadilan menolak otoritas Presden Nicolas Maduro yang ingin mengambil emas milik negara yang disimpan di brankas Bank of England yang bernilai 1,8 miliar dolar AS atau Rp 26 triliun (Rp 14.492/dolar AS).
Pengadilan mengatakan, Maduro tidak berhak atas otoritas tersebut karena Inggris tidak mengakuinya sebagai presiden. Di mana Inggris sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) mengakui Juan Guaido lah yang berkuasa atas Venezuela.
Keputusan tersebut langsung membuat Venezuela geram. Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza mengatakan Guaido adalah pemimpin organisasi kriminal internasional, sehingga tidak sah untuk mengambil sumber daya Venezuela.
“Venezuela dengan tegas menolak keputusan pengadilan Inggris yang tidak biasa dan absurd, yang berusaha untuk mencabut hak emas Venezuela, yang merupakan hak milik rakyat Venezuela,” ujar Arreaza seperti dikutip Anadolu Agency.
“Presiden Nicolas Maduro menjalankan fungsi sepenuhnya sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan, telah meminta badan peradilan Venezuela untuk memulai prosedur yang dilakukan untuk menghukum mereka yang terlibat dalam pencurian emas Venezuela dan untuk memastikan bahwa keadilan dilakukan,” lanjutnya.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez langsung ikut memberikan aksi protesnya dengan mengatakan keputusan pengadilan Inggris adalah untuk mencuri emas milik negaranya.
“Venezuela menolak keputusan seorang hakim Inggris yang berniat mencuri emas yang jelas milik rakyat Venezuela,” tulis Rodriguez di akun Twitter-nya.
Di sisi lain, Guaido dan pendukungnya mendukung keputusan Inggris. Ia mengatakan akan mempertahankan emas di Bank of England dari kediktatoran.
Kami melindungi cadangan emas dari cakar kediktatoran. Kami menerima pengakuan dari pengadilan Inggris. Cadangan kami akan dipertahankan seperti itu,” ujar Guaido.
Maduro sendiri berusaha untuk mengambil emas tersebut untuk membeli makanan dan obat-obatan bagi Venezuela yang tengah dilanda pandemik Covid-19. (Rmol)
Baca :  Toko Online Minta Maaf Setelah Jual Sajadah Sholat Sebagai "Karpet Berenda"

Komentar

News Feed