oleh

Usai Diperiksa Komnas HAM, Kapolda Metro: Kami Berkepentingan Kasus Ini Terang di Publik

DEMOKRASI NEWS – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberikan tanggapan usai diperiksa Komnas HAM terkait tewasnya 6 anggota FPI di tangan polisi Senin (7/12) lalu.

Komnas HAM telah meminta keterangan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, Senin (14/12) terkait peristiwa penembakan enam laskar pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS).

Proses permintaan keterangan dari Irjen Fadil dan jajarannya ini berlangsung sekitar dua jam.

Usai memberikan keterangan, Irjen Fadil bertemu dengan wartawan yang telah menunggu dan memberikan keterangan hasil pertemuan dengan Komnas HAM.

“Terima kasih teman-teman wartawan yamg saya hormati, saya gembira bisa hadir di tempat ini. Polda Metro Jaya, Polri akan sangat-sangat kooperatif dan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM,” ujar Irjen Fadil kepada wartawan.

Baca :  Pengacara Denny Siregar: Hari Ini Akun Twitter dan Instagram Opposite Menghilang

Selain itu kata Fadil, Polda Metro Jaya akan memberikan ruang secara transparan kepada Komnas HAM agar hasil investigasi menjadi akuntabel di mata publik.

“Kami memiliki kepentingan, agar kasus ini terang benderang di mata publik. Kami akan memberikan fakta yang berbasis fakta scientitic crime investigation, kami tidak mau membangun narasi. Kami akan menjadikan fakta. Kami tidak mau membangun narasi,” jelas Fadil.

Diakhir penyampaiannya, Fadil mengaku memberikan support kepada Komnas HAM yang tengah melakukan investigasi atas ditembak matinya enam laskar Front Pembela Islam (FPI).

“Dan saya taat hukum, hari ini saya dipanggil, saya datang dan saya datang sendiri, gak pakai diantar banyak-banyak orang,” pungkasnya.

Baca :  Polisi Bubarkan Aksi FPI di Depan Polsek Pasar Kemis

Komentar

News Feed