oleh

Tokoh Papua Nilai Penangkapan dan Pembubaran FPI Sangat Kejam

DEMOKRASI News – Sebelum Ormas FPI dibubatkan oleh pemerintah, terlebih dahulu enam anggota laskarnya ditembak mati oleh polisi. Tak berhenti di situ, polisi kemudian menetapkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus kerumunan massa lalu menahannnya.

Puncaknya, langkah pemerintah itu berujung pada pembubaran FPI pada Rabu (30/12/2020). Langkah yang dilakukan pemerintah itu dinilai sangat kejam oleh tokoh asal Papua Christ Wamea.

“Enam anggotanya dibantai hingga tak bernyawa, pemimpinnya ditangkap, asetnya digugat, ormasnya dibubarkan. Kejam sekali,” katanya melalui akun Twitternya @PutraWadapi seperti dikutip, Kamis (31/12?2020).

Sebelumnya, pemerintah memebubarkan FPI karena dinilai sebagai Ormas terlarang. Hal itu diputuskan melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kepala Badan Iintelijen Negara, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, nomor 220-4780 tahun 2020 nomor M.HH-14.HH05.05 tahun 2020, nomor 690 tahun 2020, nomor 264 tahun 2020, nomor KB/3/XII 2020, nomor 320 tahun 2020, tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta pemberhentian kegiatan Front Pembela Islam.

Baca :  Ketua PBNU: Hidung Saya Belum Bisa Mencium Tuduhan Radikalisme Terhadap Tokoh Din Syamsuddin

Dalam pertimbangannya, setidaknya ada 7 alasan pemerintah melarang FPI beraktivitas. Pertama adalah tudingan bahwa isi anggaran dasar Front Pembela Islam bertentangan dengan perturan perundang-undangan yang mengatur soal Organisasi Masyarakat.

Komentar

News Feed