oleh

Tidak Ingin Nasib Ulama Seperti Novel Baswedan, Para Jawara Siap Berjihad

DEMOKRASI.CO.ID – Kejadian yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dalam kasus penyiraman air keras menjadi catatan tersendiri bagi para ulama yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK MKRI).

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif saat ditemui seusai melakukan ‘Apel Siaga Ganyang Komunis’ mengatakan, ulama yang membela Pancasila perlu dikawal agar tak dikriminalisasi penguasa.

“Kita tidak menginginkan ulama kita mengalami nasib yang sama seperti Novel Baswedan dan kepada para pendiri bangsa yang dulu menjadi korban G 30S PKI,” kata Slamet Maarif di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).

Slamet menyatakan, para laskar dan jawara siap berjihad apabila ada pihak yang mencoba menggangu ulama dan para tokoh yang berjuang untuk Pancasila.

Baca :  Meski Kecewa SK Dikembalikan, PDIP Sumbar Doakan Ali Mukhni Sembuh Dari Covid-19

Kalau ada siapapun yang ingin mencoba mengganggu ulama dan tokoh kita, mereka siap jihad untuk menghadapi,” tegasnya.

Dalam aksinya kali ini, ANAK NKRI sepakat menuntut agar Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dihapuskan. Beberapa tokoh lainnya yang turut hadir, di antaranya Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis, Sekjen FPI Munarman dan Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi. (Rmol)

Komentar

News Feed