oleh

Syahganda Klaim Bebas dari Tuduhan Pelanggaran Ujaran Kebencian

DEMOKRASI News – Dalam pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Terdakwa Syahganda Nainggolan, yang berlangsung Senin (21/12) di Pengadilan Negeri Depok, JPU menghilangkan pasal 28 ayat 2 UU ITE terkait ujaran kebencian berdasarkan SARA (haatzaai artikelen). Hal itu dikatakan

Andrianto, dari tim Tim Non-litigasi Gerakan Pro-demokrasi Indonesia, Selasa (22/12).

Seperti diketahui bahwa substansi pasal tersebut di atas sesungguhnya merupakan warisan Pemerintah Kolonial Belanda untuk membungkam pejuang kemerdekaan namun kembali marak digunakan oleh pemerintah saat ini. Dakwaan itu dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim PN Kota Depok, Senin, 21 Desember 2020.

Dari dakwaan itu artinya JPU telah mencoret atau menghilangkan sangkaan Penyidik Kepolisian yang selama ini digembar-gemborkan bahwa seolah-olah beberapa cuitan di akun twitter Syahganda Nainggolan melanggar pasal UU ITE tentang ujaran kebencian berdasarkan SARA yang menjadi penyebab kerusuhan Demo Buruh pada awal Oktober lalu.

Baca :  Waduh! Warga Perekam Pasangan PNS Ena-ena di Pantai Trikora Terancam UU ITE

Komentar

News Feed