oleh

Ssttt….Menkes Terawan Lagi Babak Belur Usai Jokowi Marah

DEMOKRASI.CO.ID – Pengamat politik Adi Prayitno menilai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) paling babak belur menjadi bulan-bulanan warganet.

Penilaian Adi itu didasari analisisnya menyusul viral video yang memperlihatkan Presiden Jokowi menumpahkan kejengkelannya di hadapan para menteri saat sidang paripurna Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang digelar di Istana Negara, 18 Juni lalu.

Presiden Jokowi dalam rapat itu menyoroti realisasi anggaran sektor kesehatan yang sangat minim.

Dari Rp75 triliun yang dianggarkan dalam APBN 2020, baru sekitar 1,53 yang terealisasi.

“Saya kira Kementerian Kesehatan memang paling banyak disorot, bahkan babak belur jadi bulan-bulanan netizen,” ujar Adi kepada jpnn.com, Rabu (1/7).

Meski demikian, Adi tidak yakin Presiden Jokowi akan mencopot Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ataupun menteri lainnya.

Baca :  Pengamat: Jokowi Mau Reshuffle 10 Kali Enggak Pengaruh ke Kinerja Pemerintahan!

Dosen di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta itu menduga para menteri kemungkinan hanya mendapat teguran.

“Jadi, belum tentu terjadi reshuffle. Paling mungkin hanya sebatas teguran,” ucapnya.

Direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia itu juga memberi penilaian yang sama terkait peluang reshuffle terhadap para menteri berlatar belakang partai politik.

Menurutnya, reshuffle menteri dari parpol berpotensi menimbulkan kegaduhan politik.

“Suka tak suka, menteri parpol adalah kader terbaik semua, bahkan ada sebagian yang merupakan ketua umum partai,”

“Selalu saja dilema soal ini. Semua tergantung kematangan Jokowi menghitung plus minusnya,” katanya.

Meski demikian, Adi menilai ada sejumlah kriteria khusus yang harus dimiliki para menteri Jokowi dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).

Baca :  APBN Lewat Rekening Pribadi, Ketua MPR Minta BPK Awasi 5 Instansi Negara

“Saya kira yang dibutuhkan adalah menteri ‘tak biasa’ yang suka berpikir revolusioner dan out of the box di tengah kesulitan,”

“Intinya, butuh menteri yang jagoan, bisa kukuh dan berprestasi di saat kondisi sulit,” pungkas Adi.

(gir/jpnn/pojoksatu)

Komentar

News Feed