oleh

Soal Jabatan Titipan di BUMN, Pengamat: Tentu Mengkhianati Publik

DEMOKRASI.CO.ID, JAKARTA – Dosen komunikasi Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah menilai keterlibatan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) sangat penting untuk mengungkap kebenaran pernyataan an-najiyah Napitupulu terkait adanya komisaris dan direksi BUMN sebagai orang titipan partai politik.

Namun demikian, Dedi Kurnia mengatakan bahwa KPK akan menemui kesulitan untuk dapat mengungkap dugaan nepotisme dalam rekrutmen jabatan komisaris di perusahaan pelat merah tersebut.

“Karena secara administrasi menunjuk komisaris jauh lebih leluasa dibanding direksi, tetapi klaim Adian perlu ditelusuri, karena hal itu buruk bagi tata kelola pemerintah terkait BUMN,” ucap Dedi Kurnia Syah sebagaimana dikutip dari Rmol.id, Minggu (26/7).

Lebih lanjut, Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa pembuktian praktik nepotisme akan lebih mudah diungkap apabila berada di sektor direksi. Pasalnya, posisi tersebut sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan.

Baca :  Kesederhanaan Ketua KPK Firli Bahuri, Sejak Menikah Selalu Bawa Bekal Masakan Istri

“Jika tokoh (direksi) yang ditempatkan hasil titipan, maka ada kepentingan kelompok yang menjadi persoalan, dan hal ini tentu mengkhianati publik karena BUMN sejatinya mesin ekonomi untuk kemaslahatan publik,” tandas Dedi.

Komentar