oleh

Siksa Pemuda hingga Cabut Kuku, Anggota DPRD Labusel Fraksi PDIP Dilapor Polisi

DEMOKRASI.CO.ID, MEDAN – Seorang anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut) berinisial IMF (27) dari Fraksi PDI Perjuangan dilaporkan ke Polres Labuhanbatu atas dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda. Dia diadukan berdasarkan nomor laporan STPLP/787/VII/2020/SPKT RES-LBH Polres Labuhanbatu pada 9 Juli silam.

Korban sekaligus pelapor yakni Muhammad Jefry Yono (21) pemuda yang bekerja sebagai seorang sopir. Keduanya berselisih soal peminjaman motor yang berujung pada penyiksaan terhadap korban.

Kasatreskrim Polres Labuhanbatu AKP Parikhesit mengatakan sudah menerima laporan dari korban. Menurutnya, terlapor saat ini berstatus saksi untuk diminta keterangan.

“Sudah kami tangani dan laporannya dalam proses penyelidikan,” ujarnya, Jumat (24/7/2020) pagi.

Diketahui, peristiwa penganiayaan dialami korban di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel pada Minggu (28/6/2020) malam. Namun baru dilaporkan setelah kondisi kesehatan korban mulai membaik.

Baca :  Pemerintah Mau Hapus Meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000, Naik jadi Rp 10.000

Kejadian bermula saat korban meminjam motor terlapor pada pukul 14.00 WIB. Malam harinya, terlapor menelpon korban dan menanyakan tentang keberadaan motor miliknya yang dipinjamkan.

Korban lantas menginformasikan jika beradaa di Hotel Melati, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Selanjutnya, terlapor bersama tiga rekannya menjemput korban dengan menggunakan mobil lalu dibawa ke Cikampak, Kecamatan Torgamba.

Sesampainya di Desa Gapura, Kampung Sawah, korban diinterogasi terkait keberadaan sepeda motor. Saat perselisihan berlangsung, terlapor mengikat korban dan memukulinya mengunakan benda tumpul karena tidak mendapat jawaban yang jelas.

Bahkan, mereka mencabut paksa kuku jari kaki kelingking korban. Saat penganiayaan itu ada warga yang melihat berinisiatif menolong korban hingga nyawanya bisa terselamatkan.

Baca :  Pengamat: Cara PDIP Umumkan 45 Cakada Tepat, Parpol Lain Kenapa Harus Malu-malu?

Setelah kejadian itu, korban dirawat di salah satu Rumah Sakit Umum di Kotapinang selama beberapa hari. Mendapati luka serius, orang tua korban pun tak terima dan menuntut keadilan.

“Saya mohon pak polisi memproses kasus ini,” katanya.

Diketahui antara korban dan terlapor saling mengenal dan masih ada ikatan saudara. Kasus ini sudah dalam penanganan polisi.

Komentar