oleh

Siasat Reshuffle, Istana Sengaja Tarik Ulur, setelah Disiram, Didinginkan, Lalu Dipanaskan Lagi?

DEMOKRASI.CO.ID – Ada pola menarik dalam isu politik yang tengah disajikan pemerintah, dalam hal ini dari pihak Istana.

Belakangan publik dipanaskan dengan ancaman perombakan kabinet yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu.

Video mara-marahnya pun viral dan menuai perhatian publik. Ancaman presiden tersebut disampaikan karena melihat kinerja pembantunya dalam penanganan pandemik Covid-19 yang belum beres.

Padahal pemerintah sudah menggelontorkan triliunan rupiah untuk penanganan wabah corona.

Namun saat publik ramai membahas perombakan kabinet Indonesia Maju, termasuk partai politik pendukung pemerintah, Istana kembali menyampaikan statement yang mendinginkan.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dalam video unggahan Sekretariat Presiden menjelaskan reshuffle tak perlu dilakukan.

Baca :  Yahya Cholil Staquf Sebut NU Ikut POP Kemendikbud, LP Ma'arif: Kami Tidak Tahu Menahu

“Jadi kalau progresnya bagus, ngapain di-reshuffle? Tentunya dengan progres yang bagus ini, isu reshuffle tidak relevan, sekarang sudah bagus dan semoga bagus terus. Kalau bagus terus ya enggak ada isu, enggak relevan lagi reshuffle,” kata Pratikno, Senin (6/7).

Merespons pernyataan dari Istana tersebut, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat ada pola tarik ulur berkaitan dengan perombakan kabinet.

“Nah, tarik ulur reshuffle terjadi lagi. Setelah disiram, didinginkan, adem lagi, nanti panasin lagi, masukin microwave,” ujar Hendri Satrio. (sta/rmol/pojoksatu)

Komentar

News Feed