oleh

Sembilan Bulan Pandemi Covid-19, PJJ Tidak Berhasil, Sekarang Waktunya Kembali Sekolah

DEMOKRASI News – Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak memberikan hasil terbaik bagi para siswa atau pelajar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim gagal melakukan inovasi atau terobosan dalam proses pendidikan berbasis daring.

Kegagalan tersebut memaksa pemerintah harus membuka kembali pintu-pintu kelas bagi para pelajar di seluruh Indonesia, meski masih dalam situasi pandemi Covid-19. Karena itu, lahirlah Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). SKB ini mengatur Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan pembukaan sekolah harus melalui persetujuan orang tua dan tidak boleh ada pemaksaan pada orang tua agar anaknya diizinkan belajar tatap muka.

Baca :  Resmi Ditahan 20 Hari, Habib Rizieq Langsung Serukan Perjuangan Jalan Terus

“Pemerintah daerah juga tidak boleh semaunya membuka sekolah tanpa meminta persetujuan dari semua orang tua tanpa kecuali,” ujar Satriwan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/11).

Pemda dan sekolah juga harus melibatkan orang tua. Seandainya ada beberapa orang tua di sekolah yang tidak mengizinkan anaknya masuk, maka guru dan sekolah tetap wajib memberikan layanan pembelajaran kepada siswa tersebut, baik daring maupun luring.

“Sekolah juga tak boleh memaksa orang tua memberikan izin. Mendapatkan layanan pendidikan adalah hak dasar siswa,” terang dia.[Iis]

Komentar

News Feed