oleh

Selamatkan Warga Wina dari Berondongan Peluru, Pemuda Turki: Saya Tak Ingin Lihat Diskriminasi Muslim, Yahudi, Kristen

DEMOKRASI News – Seorang pemuda Turki dengan heroik mempertaruhkan nyawanya di bawah hujan peluru di Wina pada Senin malam untuk menyelamatkan seorang wanita yang terluka dan seorang petugas polisi dari serangan teroris.

Berbicara kepada Anadolu Agency pada Selasa, Recep Tayyip Gultekin mengatakan dirinya sebelum kejadian sedang pergi sebuah kafe bersama temannya Mikail Ozen pada malam yang mencekam itu, jelang aturan baru terkait virus korona diberlakukan.

Namun saat dia melihat seorang wanita terluka oleh serangan teroris, dia langsung menolongnya tanpa menghiraukan risiko yang pasti akan dia hadapi.

Setelah membawa wanita itu ke tempat yang aman, Gultekin sendiri berada di zona tembakan teroris dan kakinya tertembak oleh teroris.

Baca :  Ledakan Bak Bom Atom Hantam Ibu Kota Lebanon, Ternyata Ini Penyebabnya

Setelah berbicara dengan polisi dan membantu seorang wanita tua yang shock karena serangan itu, dia melihat seorang petugas polisi yang juga terluka oleh teroris, dan dia kembali bergerak untuk membantunya, meskipun dia sendiri mengalami luka tembak.

“Polisi lain sedang menonton, saya berteriak minta tolong, tapi mereka tidak melakukan apa-apa.”

“Saya bilang ke teman saya Mikail, ini harus kita tolong,” ujar dia.

Setelah mencapai tempat polisi yang terluka, kedua pemuda Turki itu membawanya ke ambulans, Gultekin memanggulnya di punggungnya, dan Mikail membawa kakinya.

Petugas itu terluka di antara rongga perut dan betis serta kehilangan banyak darah, kata Gultekin.

Paramedis ingin membawa Gultekin ke rumah sakit tapi dia menolak karena banyak orang yang mengalami luka.

Baca :  Gawat! Jepang Alami Resesi Terparah, Pertumbuhan Ekonomi Minus 27,8%

Kemudian, setelah pergi ke rumah sakit, dokter memberi tahu Gultekin bahwa peluru-peluru mungkin harus tetap di kakinya karena mengeluarkannya dapat menyebabkan masalah.

‘Saya tak ingin lihat diskriminasi Muslim, Yahudi, Kristen’

Tinggal di Austria dan mencari nafkah di sana, Gultekin mengatakan polisi yang terluka itu adalah polisinya juga.

“Orang-orang yang terluka adalah saudara-saudara saya. Saya menyampaikan belasungkawa kepada Austria dan berharap orang-orang yang cedera segera pulih,” tutur dia.

Gultekin menambahkan, “Jika hal yang sama terjadi besok, saya tidak akan ragu untuk menyelamatkan orang. Saya tidak ingin melihat diskriminasi antara Muslim, Yahudi, atau Kristen. Teror tidak ada dalam agama-agama ini. Teror adalah teror di mana-mana. ”

Baca :  Pasukan Keamanan Myanmar Lepaskan Tembakan untuk Bubarkan Demonstran, Ini Sikap Kedubes Negara Barat

Ozan Ceyhun, duta besar Turki di Wina, memuji para pemuda pemberani itu di Twitter, dan menuliskan “Pahlawan serangan Wina: dua pria menyelamatkan petugas polisi yang terluka.”

Dalam sebuah postingan di Twitter, Nikolaus Meyer-Landrut, duta besar Uni Eropa untuk Turki, juga mengucapkan terima kasih kepada kedua pahlawan tersebut atas bantuan mereka pada korban luka-luka[IIS]

Komentar

News Feed