oleh

Selain Dituntut 8 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dalam Jabatan Publik Selama 4 Tahun Untuk Wahyu Setiawan Dicabut

DEMOKRASI.CO.ID, JAKARTA – Mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan juga dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menuntut Wahyu Setiawan dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Wahyu dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut yaitu menerima uang sebesar 19 ribu dolar Singapura dan uang sebesar 38.500 dolar Singapura atau seluruhnya setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri selaku mantan caleg PDIP.

Pemberian uang tersebut dengan maksud agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI PDIP dari Dapil Sumsel 1 yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Baca :  Pengamat: KAMI Hadir Karena Pengelolaan Bangsa Carut-marut Dan Oposisi Seakan Mandul

Selain itu, Wahyu juga terbukti melakukan tindak pidana korupsi yaitu menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Rosa Muhammad Thamrin Payapo selaku Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat terkait proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020-2025.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa 1 Wahyu Setiawan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun,” jelas Jaksa Moch. Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/8).

Pidana tambahan tersebut berlaku setelah Wahyu Setiawan menjalani pidana pokok.

Selain itu, Jaksa KPK pun juga menolak pengajuan justice collaborator (JC) Wahyu Setiawan. Penolakan itu dikarenakan Wahyu tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan SEMA 4/2011.

Baca :  Pelaku Seruan Awal Azan 'Jihad' Ditangkap, Polisi Sita HP-Peci Putih

“Berdasarkan fakta-fakta hukum persidangan sebagaimana uraian pembahasan sebelumnya, telah dapat dibuktikan bahwa terdakwa 1 (Wahyu Setiawan) merupakan pelaku utama,” ujar Jaksa Sigit Waseso.

Wahyu Setiawan menurut Jaksa KPK merupakan pelaku utama dalam penerimaan uang suap dari Saeful Bahri selaku mantan caleg PDIP terkait permohonan penggantian caleg DPR RI dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku di KPU RI.

Komentar