oleh

Sebut Jokowi Sedang Cek Ombak Pengamat: Risikonya Jadi Bahan Guyonan

DEMOKRASI.CO.ID – Kemarahan presiden Jokowi saat rapat paripurna kabinet beberapa waktu lalu ditengarai hanya sebagai upaya cek ombak oleh beberapa kalangan.

Pasalnya, isu reshuffle kabinet yang digaungkan oleh presiden Jokowi sampai saat ini belum terealisasi dan hanya diekspos di media massa seperti YouTube.

Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menyatakan hal tersebut. “Bisa diduga bahwa presiden serius ingin melakukan reshuffle kabinet tetapi dengan melihat respons publik terlebih dahulu,” katanya sebagaimana dikutip dari Rmol.id, Jumat (3/7).

Pastinya, keputusan publikasi isu reshuffle kabinet di media sosial tentu sangat beresiko bagi istana. Pasalnya, ketika isu tersebut hanya jadi isapan jempol tanpa ada realisasi yang nyata, itu akan berdampak pada krisis kewibawaan presiden.

Baca :  Setuju PSBB Total, Gerindra: Anies Nilai Nyawa Lebih Berharga dari Harta

“Akan ada krisis kewibawaan dari presiden, yang berujung pada guyonan, sindiran, bahkan hujatan kepada kepala negara. Di sini reputasi Jokowi sebenarnya dipertaruhkan,” urainya.

“Jadi, di-publish-nya video itu harus dapat mencerminkan keinginan kuat presiden menggunakan hak prerogatifnya melakukan reshuffle kabinet untuk perbaikan kinerja kabinet di periode keduanya ini,” pungkasnya.[rmol/brz/nu]

Komentar

News Feed