oleh

Sang Kekasih Makin Intensif Diperiksa, Ini yang Bikin Kasus Kematian Editor Metro TV Sulit Segera Diungkap

DEMOKRASI.CO.ID, Jakarta – Sepekan tewasnya karyawan Metro TV Yodi Prabowo belum juga menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan terhadapnya. Polda Metro Jaya telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap editor televisi swasta nasional tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan, tidak menutup kemungkinan bakal kembali memeriksa kekasih korban, Suci Fitri Rohmah. Jika dia kembali diperiksa, Suci telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali.

“Semua sudah kita lakukan pemeriksaan, makanya seperti yang saya sampaikan, akan dilakukan pemeriksaan tambahan,” kata Yusri kepada wartawan, Senin (20/7).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini enggan menyebut kalau Suci tidak kooperatif. Sebab, Yusri menyebut pemeriksaan terhadap Suci masih dibutuhkan.

Baca :  Fakta-fakta Kasus Kematian Yodi Prabowo, Apa Betul Korban Bunuh Diri?

“Kita tidak pernah katakan pacarnya tidak kooperatif, tidak! Bukan itu. Tetapi kalau dianggap masih kurang oleh penyidik akan dilakukan pemanggilan ulang untuk tambahan,” ujar Yusri.

Yusri berujar, yang menjadi kendala belum terungkapnya pelaku pembunuhan terhadap Yodi, karena kondisi jenazah korban ditemukan lebih dari dua hari. Namun, dia masih menunggu hasil sidik jari dari pisu yang diduga digunakan untuk membunuh Yodi.

“Ini yang membuat terkendala sedikit, karena kan kena panas dan hujan. Tetapi terus kita lakukan pemeriksaan, termasuk pisaunya ini masih kita kirim ke labfor semoga hasil secepatnya keluar,” tukas Yusri.

Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Pesanggrahan Jalan Ulujami Raya, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7). Jasad Yodi ditemukan oleh tiga anak kecil yang bermain layangan di pinggir Tol JORR.

Baca :  Kini, Ibu Yodi Prabowo Semakin Yakin Anaknya Bukan Bunuh Diri

Pada tempat ditemukannya jenazah Yodi, polisi menemukan dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, sepeda motor Honda Beat tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket dan tas milik korban.

Komentar