oleh

Said Didu Sebut Ahok Mafia Pertamina, Jika Hal Ini Terjadi

DEMOKRASI News – Kerugian Rp11 triliun lebih yang dialami PT Pertamina (Persero) pada semester I tahun 2020 membuat mantan Sekretaris BUMN Said Didu angkat bicara. Dia lebih menyoroti peran Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang disebutnya bisa menjadi mafia pertamina.

Hal itu dikatakannya jika Ahok nantinya pin Pertamina. Pasalnya, Ahok merupakan bagian dari pembuat regulasi di dalam tubuh Pertamina.

“UU APBN, bahwa dia membikin regulasi, bahwa itulah kerja mafia. Bagaimana mafia bekerja di Pertamina. Kan begini, aturan pengadaan Migas di Pertamina itu mungkin tiap tiga hari empat hari diganti. Nah kalau Ahok mau berantas mafia, tapi kalau dia gagal maka dia bagian dari mafia. Karena dia bisa membikin regulasi yang melindungi mafia.” kata Said Didu ketika hadir di Indonesia lawyers Club (ILC), di TV One pada Selasa (25/8/2002).

Baca :  Menteri Agama Bakal Sertifikasi Dai, Said Didu: Kenapa Cuma untuk Islam?

Lebih jauh Said Didu menjelaskan, orang yang mengangkat Ahok masuk ke Pertamina termasuk yang berani. Dia mengistilahkannya sebagai “perjudian besar”. Jika Ahok gagal, maka orang yang mengangkatnya juga ikut gagal.

“Yang mengangkat Ahok ini adalah orang yang berani, “perjudian besar”. Kalau dia sukses maka sukses, kalau dia gagal, maka yang mengangkat Ahok juga gagal.” katanya.

Said Didu menjelaskan, dalam pemilihan pimpinan komisaris BUMN ada 13 variabel yang dinilai. Dari 13 itu ada 3 yang terpenting, yakni kompetensi, kepemimpinan dan Integritas.

“Tentang kompetensi kita sama sama tidak tahu, apa kompetensinya Ahok di bidang korporasi. Kita sama sama tidak tahu.”

“Sementara kepemimpinan Ahok, kita sama-sama telah mengetahui. Sedangkan Integritas, ini juga tidak tahu karena kontroversi. Jadi biarkan saja 3 variabel itu berjalan dengan baik dan kita awasi.” tutup Said Didu.[]

Komentar

loading...

News Feed