oleh

Saat Risma Didesak Mundur Oleh Netizen Usai Sujud di Depan IDI

DEMOKRASI.CO.ID – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud di hadapan IDI dalam sebuah audiensi pada Senin (29/6). Aksi tersebut menuai tanggapan beragam dari netizen.
Mulai dari yang memberikan dukungan kepada Risma, hingga yang meminta wali kota 2 periode itu mundur. Kritik dan dukungan tersebut bertebaran di Twitter.
“Next time bu risma harus berkomunikasi dengan pihak2 yg paham dengan masalah bukan ke buzzeRp. Sujud jangan kelamaan bu, udah mau masuk adzan magrib untuk wilayah Jawa timur dan sekitarnya,” tulis akun @EnggalPMT.
Cuitan yang diunggah 3 hari lalu itu disukai 2,5 ribu netizen dan 702 kali diretweet. Cuitan itu juga menuai banyak komentar, salah satunya dari akun @jaymaholdra.
“Tipikal pemimpin yg lemah mental..mudah stress dalam tekanan..lebih baik mundur bekerja dengan perasaan melankolis itu berat..seperti anak yg salah jalan dan penuh penyesalan mencium kaki bundanya..tp itu kaki seorang laki2 yg bukan siapa2nya…”. tulisnya.
Lalu ada akun @nabawiumardani yang juga menyampaikan kritikan pada Selasa (30/6). “Beberapa hari ini ada pemimpin yang menunjukkan ketidakmampuan sebagai Leader, frustasi, hilang kendali dan sejenisnya, Seharusnya Kepemimpinan seperti harus berakhir. Situasi seperti ini akan mengorbankan Rakyat dan Masyarakat! Mundur Lebih Baik, berikan kepada yg Kredible,” tulisnya.
Sementara akun @ekadamayan justru sebaliknya. Ia mendukung langkah yang dilakukan Wali Kota Risma. Menurutnya langkah-langkah dan kebijakan yang dikeluarkan Risma sudah benar. Dalam posting-annya, ia juga menyayangkan komentar-komentar netizen yang memojokkan Risma.
Ya Allah, g paham se ambe seng komen negatif, pasti dduk wong Suroboyo. Hati nurani ne opo wes digadekno se. Sepanjang aku eruh perjalanane Bu Risma, iki wong tulus banget gae Suroboyo. Iyo kasus e nambah, seng waras yo akeh yoan. Lek gaeruh mending ojk komen jahat,” tulisnya.
Dukungan terhadap Wali Kota Risma juga disampaikan oleh pemilik akun @aneesaja. Dalam posting-annya, ia menyayangkan komentar-komentar netizen yang mengkritik Risma.
“duh gemes liat komen2 kayak gini. Yg gatau jadi walikota itu kek gimana, ngurusin warga nya yg masih bandel sama copid itu susah bro,” tulisnya.
Namun hingga saat ini, Kadis Kominfo Kota Surabaya M Fikser belum bisa dikonfirmasi terkait komentar para netizen tersebut. detikcom sudah berulang kali menelepon namun belum diangkat.
Senin (29/6), Risma sujud di kaki Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, dr Sudarsono. Aksi itu terjadi saat audiensi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim dan Surabaya.
Bahkan, Risma sampai sujud dua kali sambil menangis. Aksi itu risma lakukan setelah mendapat keluhan dari Sudarsono. Dalam audiensi itu Sudarsono mengatakan, pasien COVID-19 di RSU dr Soetomo sudah overload. Namun masih banyak masyarakat di luar yang tak patuh protokol kesehatan.(rmol)
Baca :  Soal FPI, Refly: Biar Sejarah yang Menilai Pemerintah Adil atau Tidak?

Komentar

News Feed