oleh

Saat Pemenjaraan Kaum Kritis & Kasus FPI Jadi Noda Hitam Reformasi

DEMOKRASI News – Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai penegakan hukum terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) ini sulit dipahami.

Penetapan tersangka HRS karena melanggar protokol Covid-19, namun perlakuan penegakan hukum terhadap yang bersangkutan seperti sedang mengejar seseorang dengan kasus kriminal berat.

“Diawasi, lalu berujung tewasnya 6 anggota pengawal HRS dalam tragedi pagi hari di jalan tol. Mirisnya, polisi akhirnya menetapkan HRS sebagai tersangka karena adanya kerumunan bahkan tanpa pemeriksaan,” ujar Ray seperti melansir sindonews.com, Selasa 15 Desember 2020.

Selain itu, Ray juga mengaku miris, jika akhirnya polisi menetapkan HRS sebagai tersangka tanpa didahului pemeriksaan.

Baca :  Mahfud MD Mohon HRS Kooperatif, Penuhi Panggilan Polisi

Komentar

News Feed