oleh

Riwayat FPI: Berdiri, Kontroversi, hingga Dinyatakan Bubar dan Dilarang

DEMOKRASI News – Pemerintah resmi melarang Front Pembela Islam (FPI) berkegiatan, beserta simbol dan atributnya di wilayah NKRI. Sejak kelahirannya, FPI memang sudah menuai kontroversi.

Sebagaimana dicatat oleh sejarawan Merle Calvin Ricklefs dalam buku ‘Sejarah Indonesia Modern 1200-2008’, FPI mulai didirikan pada tahun 1998. Sejak mulai berdiri, FPI sudah dipimpin langsung oleh Muhammad Rizieq Shihab (MRS). Pada awal kemunculannya, FPI menjadi penentang utama Amerika Serikat (AS) yang ketika itu mulai menginvasi Afganistan.

Ricklefs mencatat, sejak kemunculannya, kegiatan FPI memang sudah berkisar pada penyerbuan dan perusakan ‘tempat-tempat maksiat’, seperti bar, tempat pijat, diskotek, hingga tempat perjudian. Selain itu, FPI disebut kerap menyerang kelompok religius lain yang tidak sejalan dengan pemahaman Habib Rizieq, salah satunya kelompok Ahmadiyah.

Baca :  Pakar Kesehatan Sebut Corona di Surabaya Meningkat karena Remehkan PSBB

Ketua Muhammadiyah saat itu, Ahmad Syafii Maarif, lantas menjuluki FPI sebagai ‘Preman Berjubah’ karena tindakan barbar tersebut.

Selanjutnya, FPI juga pernah menuai kontroversi pada 2003 karena kasus sweeping tempat maksiat. Kasus ini bermula ketika sweeping FPI di tempat hiburan malam. Habib Rizieq menuding ada pejabat yang melindungi para pengusaha tempat hiburan malam itu. Imbasnya, Habib Rizieq harus mendekam dipenjara setelah dijerat dengan Pasal 154 dan 160 KUHP.

Komentar

News Feed