oleh

Presiden Jokowi Ajari Rakyat Bangun Dinasti Politik & tak Konsisten dalam Berbicara

DEMOKRASI.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajari rakyat membangun dinasti politik dan tidak konsiten dalam berbicara.

“Gibran jadi calon Wali Kota Solo menunjukkan Jokowi mengajari rakyat dalam membangun dinasti politik,” kata pengamat politik Muhammad Yunus Hanis dalam pernyataan kepada suaranasionaal, Sabtu (18/7/2020).

Menurut Yunus, Jokowi juga tidak konsisten ucapannya terkait Gibran. “Dulu Jokowi pernah mengatakan, Gibran lebih suka bisnis. Gibran juga pernah mengatakan, tidak tertarik dunia politik,” paparnya.

Kata Yunus, publik bisa menilai Jokowi sedang membangun dinasti politik agar anak dan keluarganya bisa melanjutkan karir politik mantan Wali Kota Solo itu. “Gibran sudah disiapkan lama menjadi Wali Kota Solo. Setelah itu bisa menjadi Gubernur Jawa Tengah,” jelas Yunus.

Baca :  Sesalkan Jokowi Teken PP 41/2020, PKS: Bisa Gerus Independensi KPK!

Baca juga: Aksi Bayaran Perempuan Dukung Perppu Pembubaran Ormas & Tolak Radikalisme
Yunus mengatakan, Gibran akan menang mudah di Pilkada Solo 2020. “Solo itu basis PDIP dan pengaruh ayahnya Gibran masih sangat kuat,” jelas Yunus.

Gibran pertama kali menyatakan niat untuk maju sebagai calon wali kota Solo yakni pada pertengahan Oktober 2019. Padahal, Gibran sempat menyatakan enggan terjun ke politik saat menjamu putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kedai Markobar di Solo, 9 April 2018.

Pada 23 September 2019, Gibran resmi mendaftarkan diri sebagai kader PDIP demi memuluskan langkahnya menjadi calon kepala daerah. Saat ini, Gibran belum banyak bersuara. Dia hanya memohon doa agar semuanya dilancarkan. Terlebih, DPP PDIP baru akan mengumumkan pada Jumat (17/7). “Saya mohon doanya aja agar semua dilancarkan. Matur nuwun,” kata Gibran. [suaranasional]

Komentar