oleh

Peringatan Keras Mahfud MD Untuk Penjemput Habib Rizieq: Kita Sikat Kalau Berbuat Kerusuhan!

DEMOKRASI News – Menko Polhukam Mahfud MD memberikan peringatan keras kepada masyarakat yang berencana menjemput Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab pada 10 November mendatang.

Mahfud menyebutkan tidak ada pengamanan khusus terkait kedatangan Habib Rizieq di tanah air.

Kendati demikian, aparat keamanan akan bertindak tegas jika penjembut Habib Rizieq berbuat kerusuhan.

“Yang penting jangan membuat kerusuhan karena Habib Rizieq itu mau pulang dengan revolusi akhlak. Nah kalau membuat kerusakan, itu berarti bukan pengikutnya Habib Rizieq,” kata Mahfud di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Ia berharap para pengikut Rizieq bisa tertib karena pemerintah sedang dalam kampanye dan sosialisasi protokol kesehatan melawan virus corona atau Covid-19.

Mahfud mengingatkan penjemput Habib Rizieq menjaga keamanan dan ketertiban. Aparat tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar hukum.

“Kita sikat gitu kalau dia buat kerusuhan,” tegas Mahfud.

Baca :  Cibiran Ruhut Sitompul Terhadap Pradeklarasi KAMI Dibalas “Tak Usah Negatif, Mereka Tokoh Bangsa”

Sebelumnya, Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak khawatir dengan kepulangan Habib Rizieq yang disebut-sebut akan melakukan revolusi.

Mahfud menyebut pemerintah tidak pernah membahas secara khusus rencana revolusi Habib Rizieq.

“Gak, terus terang pemerintah tidak pernah membahas itu secara khusus. Kita gak anggap itu serius,” kata Mahfud MD, dikutip Pojoksatu.id dari channel Youtube CokroTV, Rabu (4/11).

Mahfud membandingkan Rizieq Shihab dengan pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Agung Ruhollah Khomeini atau Ayatullah Khomeini.

Habib Rizieq dianggap bukan orang suci seperti Ayatullah Khomeini. Ketika hendak pulang dari pengasingannya di Paris, Khomeini meminta pendukungnya untuk menyambut dan melakukan revolusi.

“Rizieq Shihab itu bukan Khomeini. Kalau Khomeini mau pulang dari Paris menyuruh rakyatnya menyambut karena Khomeini orang suci,” kata Mahfud.

Mahfud juga menyebut bahwa pendukung Habib Rizieq tidak banyak. Karena itu, Mahfud tidak khawatir Habib Rizieq melakukan revolusi.

Baca :  Natalius Pigai Ribut dengan Mantan Kepala BIN, Ungkit Tawar Menawar Jabatan

“Rizieq Shihab kan pengikutnya ndak banyak juga ya kalau dibandingkan dengan umat Islam Indonesia pada umumnya. Jadi kita tidak khawatir juga,” ujar Mahfud.

Ia menegaskan bahwa Habib Rizieq dicekal Pemerintah Arab Saudi bukan karena permintaan Pemerintah Indonesia. Rizieq dicekal lantaran dianggap melakukan pengumpulan dana untuk kegiatan politik.

“Yang saya tahu dari sumber informasi yang resmi, Rizieq Shihab itu sampai dengan beberapa waktu yang lalu, memang dicekal oleh pemerintah Arab Saudi, bukan oleh pemerintah Indonesia,” tegas Mahfud.

“Dicekal oleh pemerintah Arab Saudi karena dianggap melakukan penghimpunan dana secara ilegal. Dianggap melakukan kegiatan-kegiatan politik sehingga dicekal,” kata Mahfud.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya pencekalan Habib Rizieq dicabut. Ia tidak terbukti mengumpulkan dana untuk tujuan politik.

Baca :  Perdana! Jokowi Akan Pidato di Sidang Umum PBB... tapi Secara Virtual

“Nah, sesudah itu diurus, beberapa waktu lalu, kira-kira sebulan atau tiga minggu lalu, itu Arab Saudi sudah mencabut itu bahwa itu tidak cukup bukti,” jelas Mahfud.

“Kasus itu dicabut sehingga dia tidak lagi menjadi tersangka atau orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum,” tambah Mahfud.

Mahfud menceritakan mengapa Habib Rizieq sampai dituduh mengumpulkan dana untuk kegiatan politik.

Mahfud menyebut Habib Rizieq akan dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi karena dianggap melakukan pelanggaran.

“Dia itu akan dideportasi. Karena apa? karena melakukan pelanggaran Imigrasi,” ucap Mahfud.

Menurut Mahfud, Habib Rizieq ingin pulang ke Indonesia, tapi tidak mau dideportasi.

“Dia ingin pulang terhormat, gitu. Nah silahkan ajalah urus begitu, itu kan urusan dia dengan Pemerintah Arab Saudi, bukan urusan kita,” kata Mahfud sembari tertawa.[Psid]

Komentar

News Feed