oleh

Peras Warga,TNI Gadungan Ditangkap Polisi

DEMOKRASI.CO.ID – Dua pelaku curas dengan modus mengaku anggota TNI, kepada masyarakat berhasil diungkap Polresta Bandung.

Dalam aksinya, SY dan YS yang merupakan warga kabupaten Bandung Barat ini, selalu mengaku anggota TNI.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan didampingi Dandim 0624/Kab Bandung Letkol Inf Donny Ismauli saat jumpa pers menjelaskan,

bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan ini merupakan TNI gadungan.

“Adapun tempat kejadian perkara di Jalan Ciganitri Kec. Bojongsoang Kab Bandung, dengan korban Sdr. Agus Hasan Sadikin dan Sdr. Muhamad Sulaiman,” jelas Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan, Senin (13/7).

Dari pengungkapan kasus ini, Kapolresta menambahkan bahwa Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengamankan barang bukti yang berhasil diamankan 1 (satu) Unit kendaraan roda dua Merk Kawasaki Ninja 250 CC warna Merah dengan Nopol D 4336 VBY, 1 (satu) buah celana PDL Loreng TNI, 1 (satu) buah buah.

Baca :  Apresiasi Putusan MA Untuk Anas, Gede Pasek: Baru Dikembalikan Saja Sudah Banyak Yang Blingsatan

“Diamankan juga jaket loreng TNI, 1 (satu) buah tas loreng TNI, 1 (satu) buah pasang sepatu PDL, 1 (satu) pucuk pistol mainan jenis FN, dan 2 (dua) buah helm Fulll Face Warna Hitam,” jelasnya.

Kedua pelaku ini, melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan cara memberhentikan dan berpura-pura tersenggol oleh kendaraan korban yaitu pick up L 300.

“Saat mobil yang menabrak berhenti, lalu tersangka mengancam dengan menunjukan pistol mainan dan seragam TNI dan salah satu tersangka melakukan pemukulan terhadap korban kemudian tersangka meminta sejumlah uang kepada korban dengan jumlah Rp. 6.650.000,- (enam juta enam ratus lima puluh ribu rupiah), ” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, bahwa para pelaku mengaku pernah melakukan hal yang sama yaitu pencurian dengan kekerasan sebanyak lebih dari 100 (seratus) kali.

Baca :  Inisiator KAMI Diborgol Saat Ikut Jumpa Pers, Gde Siriana: Ini Penghinaan terhadap Rakyat dan Demokrasi!

“Pengakuannya sudah 100 kali beraksi di wilayah Polresta Bandung, wilayah Polres Cimahi dan di wilayah Polrestabes Bandung, “jelas Kapolresta.

Kedua pelaku, dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.

“Ancaman kepada dua pelaku, ancaman hukuman penjara paling lama 9 (sembilan) tahun,” pungkasnya. (arf/pojoksatu)

Komentar

News Feed