oleh

Penjual Surat PCR Palsu Langsung Panik karena Postingan Dokter Tirta

DEMOKRASI News – Penyidik Polda Metro Jaya telah menangkap penjual surat palsu hasil tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif COVID-19. Menurut polisi, hasil kerja mereka sempat dinikamti oleh dua orang yang telah membelinya melalui media sosial Instagram.

“Ada dua orang (sempat membeli),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Meski begitu, dia tidak mengungkapkan identitasnya. Menurut polisi, keduanya bahkan sudah membayar ke penjual yang merupakan mahasiswa. Namun kedua pembeli ini tidak sempat memakai surat palsu tersebut. Pasalnya, praktik curang pelaku yang juga selebgram ini viral di akun Instagram dokter pegiat media sosial, dr Tirta Mandira Hudhi.

Baca :  Siapa Provokator Aksi Damai Arek Suroboyo Tolak FPI yang Berujung Ricuh?

“Sudah bayar tapi ramai (viral) mereka (dua pembeli) kabur tidak mau ambil suratnya. MHA mengaku baru 1 jam posting (surat PCR palsu) karena ramai di-posting dokter Tirta, posting-annya si MHA ini dihapus oleh MHA sendiri karena takut,” katanya.

Polda Metro Jaya sudah menangkap tiga pemuda yang menjual surat hasil tes PCR palsu lewat media sosial Instagram yakni MHA (21 tahun), EAD (22 tahun), dan MAIS (21 tahun). Awalnya praktik ilegal itu ulah seseorang di antara mereka namun kemudian merembet ke dua orang yang lain.

Mereka ditangkap di tempat berbeda. MHA dicokok di Bandung, kemudian EAD di Bali dan MAIS di Jakarta. Kasus ini terungkap setelah polisi menelusuri unggahan seorang dokter pegiat media sosial, dr Tirta Mandira Hudhi, yang memberitahukan ada penjual surat palsu hasil tes PCR untuk bisa pergi ke Bali pada akhir 2020.

Baca :  Khawatir Konflik Horizontal, KontraS Tolak Pelibatan Preman dalam Penegakan Protokol Covid

Komentar

News Feed