oleh

Pengamat: Hadirnya Gibran di PDIP Ibarat Makan Sibuah Simalakama, Dimakan Ayah Mati, Tidak Dimakan Ibu Mati

DEMOKRASI.CO.ID – Pengamat politik Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Gibran Rakabuming Raka merupakan kader istimewa bagi PDI-Perjuangan.

Menurutnya, hal itu karena Gibran merupakan anak Presiden Joko Widodo orang yang nomor satu di negeri ini.

Tapi, seandaikan Gibran bukan anak Presiden, tak mungkin PDIP merekomendasikannya menjadi calon walikota Solo, Jawa Tengah.

Ujang pun kemudian menyamakan sosok Gibran dengan kader senior PDIP Purnomo yang paling berkompeten dari segi pengalaman politik.

“Itu artinya Gibran istimewa di mata PDIP. Istimewa karena dia anak presiden. Gibran diberi karpet merah oleh PDIP, karena dia anak Jokowi,” Demikian disampaikan oleh Ujang saat dihubungi, pojoksatu, Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Baca :  Istana: Revolusi Ahklak HRS Seruan Penggulingan Kekuasaan

Selain itu, lanjutnya, hadirnya Gibran di PDIP, membuat PDIP bagai makan buah simalakama. Dimakan mati ayah, tidak dimakan mati ibu.

Menurut Ujang, Jika tak diloloskan hubungan PDIP dengan Jokowi akan masalah. Begitu pun sebaliknya, sehingga tak tak konsisten dalam menjalankan organisasi partai dengan baik.

“Akhirnya, PDIP memilih untuk meloloskan Gibran, untuk menjadi calon walikota Solo, dan kemungkinan menangnya juga besar. Peluang menangnya 90 persen. Perolehan suaranya bisa diatas 70 persen,” tuturnya.

“Bahkan Gibran bisa saja akan melawan kotak kosong. Karena tak akan ada yang berani melawan dia di Pilkada Solo, Desember nanti,” tukas Ujang. [ps]

Komentar