oleh

Pasukan Keamanan Myanmar Lepaskan Tembakan untuk Bubarkan Demonstran, Ini Sikap Kedubes Negara Barat

DEMOKRASI News – Kedutaan Besar Negara Barat di Myanmar pada Minggu (14/2) meminta militer setempat agar “menahan diri dari kekerasan menghadapi demonstran dan warga sipil” setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan massa.

Pasukan militer juga mengerahkan kendaraan lapis baja di sejumlah kota.

Melalui pernyataan yang dirilis pada Minggu Kedutaan Besar Uni Eropa, Britania Raya, Kanada dan 11 negara lainnya mengecam penangkapan pimpinan politik dan pelecehan terhadap awak media pasca kudeta 1 Februari.

Pernyataan itu juga mengecam putusnya komunikasi militer.

“Kami mendukung rakyat Myanmar dalam pencarian mereka atas demokrasi, kebebasan, perdamaian serta kemakmuran. Dunia sedang menyaksikannya,” bunyi pernyataan tersebut.

Militer mengambil alih kekuasaan sipil dengan alasan pemilihan umum yang dimenangi pemimpin politik yang juga peraih Nobel Perdamaian Auang San Suu Kyi berlangsung curang.

Baca :  Turki Sampaikan Berdiri Bersama Azerbaijan Dan Kutuk Keras Serangan Tentara Armenia

Komentar

News Feed