oleh

Pasca Ricuh: DPD Golkar Indramayu Laporkan Anggota DPR RI ke Polisi

DEMOKRASI.CO.ID, INDRAMAYU– PENGURUS DPD Partai Golkar (PG) Indramayu Musda X kubu Syaefudin, melaporkan anggota DPR RI, Daniel Muttaqien Syafiuddin (DMS) dan anggota DPRD Jawa Barat Hilal Hilmawan ke polres setempat, Sabtu (25/7/2020) malam.

DMS dan Hilal dilaporkan atas dugaan perusakan fasilitas kantor DPD PG Indramayu saat terjadi bentrokan antar dua organisasi massa (ormas) pada Jumat (24/7/2020) petang.

Kuasa hukum DPD PG Indramayu, Mahpudin, S.H., kepada wartawan mengatakan laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan (STBPL) nomor : STBPL/B/294/VII/2020/SPKT I Polres Indramayu pada tanggal 25 Juli 2020.

”Yang kami laporkan adalah saudara Daniel dan Hilal karena telah bersama-sama melakukan perusakan fasilitas kantor atau sekretariat DPD PG Indramayu,” kata Mahpudin, Senin (27/7).

Baca :  Prof. Romli: Ahli Hukum Yang Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Hanya Menilai Dari Satu Sisi Saja

Langkah hukum tersebut, imbuh dia, mempunyai dasar karena pihaknya mengantungi barang bukti yang kuat. Diantara barang bukti itu adalah video perusakan gembok pagar oleh DMS dan pintu kantor oleh Hilal.

“Videonya beredar luas di media sosial. Adegan itu jelas mempertontonkan bentuk tindakan premanisme oleh seorang anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat,” imbuh dia.

Pada bagian lain Mahpudin meminta agar proses hukum atas laporan tersebut tetap dijalankan polisi. Ia bahkan mendesak kepolisian setempat untuk segera memeriksa DMS dan Hilal.

“Ini sama sekali diluar konteks politik. Peristiwa perusakan itu pidana murni sesuai pasal 170 KUHP. Jadi hukum harus tegak lurus tanpa memandang status dan latar belakang seseorang, “ tegasnya.

Baca :  Jokowi Marahi Menteri, Amien Rais Tertawa: Menepuk Air Kena Muka Sendiri

Sementara itu, hingga berita ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari pihak DMS menyoal laporan yang dibuat oleh kubu Syaefudin. Kepolisian setempat bahkan belum bisa memberikan keterangan apapun tanpa alasan yang jelas.

Diberitakan sebelumnya dua kelompok organisasi massa (ormas) yang merupakan “anak kandung” Partai Golkar (PG) terlibat bentrok di halaman kantor DPD PG Kabupaten Indramayu, Jumat 24/7 sore.

Bentrokan dipicu karena beda dukungan hasil Musyawarah Daerah X PG setempat. Ormas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) mengklaim hasil Musda X yang menghasilkan ketua terpilih Syaefudin adalah sah.

Namun ormas lain yakni Pemuda Pancasila (PP) beranggapan bahwa Musda X yang dilaksanakan baru lalu ilegal karena tidak direstui DPD PG Jawa Barat.

Komentar