oleh

PAN Minta Bukti Kemarahan Jokowi Ada Gunanya, Kecuali Rilis Video Ada Maksud Lain

DEMOKRASI.CO.ID – Video Presiden Joko Widodo marah yang diunggah pada 28 Juni lalu tidak akan berarti apa-apa tanpa ada langkah tindak lanjut, baik dari para menteri yang dimarahi atau Jokowi sebagai yang memarahi.

Begitu kata Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay saat menjadi narasumber dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Kemarahan Presiden Berujung Reshuffle Kabinet” di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

“Kalau presiden tidak ambil tindakan apa-apa dari video itu, berarti enggak ada maknanya dipublikasikan ke masyarakat. Untuk apa?” ujar Saleh Daulay.

Publik, sambung anggota Komisi IX DPR RI ini, sebenarnya menanti langkah apa yang terjadi di pemerintah pasca video itu diupload.

Baca :  Ustaz Tengku Zulkarnain: Jika Tetap Dukung Kaum Nabi Luth, Boikot Unilever

Apalagi, Jokowi mengurai gamblang rencana akan melakukan reshuffle dalam video itu.

“Apa di balik rilis video itu, kalau bukan ada maksud yang macam-macam? Jadi kalau misalnya santai saja dan nggak ada perubahan apa-apa, berarti tidak ada maknanya video itu,” ujar Saleh Daulay.

Selain Saleh Daulay, turut hadir menjadi narasumber dalam diskusi tersebut politisi Golkar yang juga anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, dan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.

(sta/rmol/pojoksatu)

Komentar

News Feed