oleh

Nadiem Makarim Suruh Belajar di Rumah, Lah Kemendikbud buat Apa?

DEMOKRASI.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan belajar jarak jauh di masa pendemi Covid-19 yang diatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memicu masalah baru.

Terkait hal itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay angkat bicara.

Menurutnya, belajar mengajar jarak jauh ini masih jauh dari kata ideal sebagaimana diharapkan.

Ia menilai, Kemendikbud tidak mengambil inisiatif untuk mengelola proses belajar mengajar jarak jauh itu.

Yang terjadi di lapangan kemudian adalah, masing-masing sekolah seakan menentukan dan mendisain sendiri pola belajar jarak jauh itu.

Saleh pun menyebut bahwa berdasarkan kebijakan uang dibuat, Mendikbud Nadiem Makarim hanya membuat aturan saja.

“Misalnya, sekolah hanya boleh buka di zona hijau. Kalau belajar fisik, harus begini begitu. Di luar itu, harus belajar dari rumah,” ujar Saleh kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Baca :  Mega Minta Nadiem Luruskan Sejarah 1965, PA 212 Desak PDIP Dibubarkan!

Semestinya, kata Saleh, Kemendikbud juga menyusun metode siswa belajar dari rumah dan mebuat sistem yang bisa menghubungkan antara guru dan siswa.

“Apakah hanya menonton video, atau live. Semua itu kelihatannya didasarkan atas prakarsa sekolah secara mandiri,” kata dia.

Yang terjadi kemudian adalah, setiap sekolah menerapkan kebijakan ini dengan cara yang berbeda satu sama lainnya.

“Dan ini telah berlangsung kurang lebih lima bulan,” sambung anggota Komisi IX DPR RI ini.

Komentar