oleh

Mengenal Istilah Baru Kasus Covid-19 setelah Diubah Menkes, Tak Ada Lagi ODP, PDP, dan OTG

DEMOKRASI.CO.ID – Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) 247 tentang revisi keempat dari pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dicabut, setelah hasil revisi kelimanya ditandatangani Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Senin (13/7).

Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, KMK tersebut diberi nomor 413, yang secara prinsip memiliki perbedaan mendasar terkait operasional dalam penangan Covid-19.

Salah satunya istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dihilangkan.

“Di dalam Bab 3 tentang survei epidemiologi, kita menggunakan beberapa definisi operasional yang baru,” ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (14/7).

Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menyatakan, istilah ODP, PDP dan juga OTG tidak dipakai lagi dalam proses pendataan kasus corona ke depan karena telah diganti istilahnya.

Baca :  5 Organisasi Profesi Kesehatan Tuding Eks Menkes Terawan Bohongi Jokowi

Kemenkes kemudian membuat istilah dan definisi baru dari sejumlah kategori orang-orang yang terindikasi dan atau sudah terpapar corona.
“Kita akan ubah menjadi kasus suspect, kasus probable, kemudian kita juga akan mendefinisikan tentang kasus konfirmasi (positif), kontak erat, pelaku perjalanan, selesai isolasi, dan kematian,” bebernya. Khusus untuk kasus suspect, pemerintah membagi ke dalam 3 kriteria.

Komentar

News Feed