oleh

Masa Bodoh dengan Social Distancing, Ribuan Masyarakat Inggris ‘Tumpah’ di Pantai

DEMOKRASI.CO.ID – Sama halnya dengan Indonesia, pemerintah Inggris juga melonggarkan lockdown dan memperbolehkan masyarakatnya kembali beraktivitas namun dengan perlindungan kesehatan seperti masker.

Tapi siapa sangka, setelah peraturan melonggarkan lockdown ribuan masyarakat Inggris ‘tumpah’ di pantai Bournemouth.

Seolah tak kenal kata social distancing dan tak kenal virus corona, para masyarakat terlihat asik berjemur dan bercengkrama bersama dengan keluarga bahkan kerabat.

Sontak saja berkumpulnya ribuan masyarakat di pantai menimbulkan masalah-masalah baru, yaitu timbulnya klaster baru corona.

Bahkan otoritas kota tersebut mengatakan, ajang liburan warga itu sebagai “insiden besar”.

“Perilaku dan tindakan yang tidak bertanggung jawab dari begitu banyak orang mengejutkan.”

“Peristiwa itu menyebabkan kami (otoritas kota) bekerja lebih keras, berusaha menjaga semua orang aman,” ungkap ketua dewan kota Vikki Slade, dilansir dari AFP.

Baca :  Studi Sejarah: Kota Yerusalem Didirikan oleh Muslim, Bukan Yahudi atau Nasrani

Melihat hal tersebut PM Inggris, Boris Johnson akhirnya angkat bicara.

Ia mengancam dan mengingatkan masyarakat untuk tidak bertindak seenaknya dan tetap mematuhi aturan physical distancing.

“Jika kalian lihat apa yang terjadi di tempat lain di dunia di mana masyarakat mulai bebas dari lockdown”.

“Saya khawatir apa yang kalian lihat juga sama yaitu orang-orang mengambil terlalu banyak kebebasan dengan pelonggaran ini, terlalu banyak berkerumun, tidak memperhatikan jarak sosial,” jelas Boris. [ps]

Komentar

News Feed