oleh

Mantan Kepala BIN: Tidak Boleh Ada Demokrasi di Tentara!

DEMOKRASI News – Jenderal TNI (Purn.) Abdullah Mahmud Hendropriyono merupakan salah satu orang berpengalaman dalam dunia militer dengan sudah 33 tahun bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Tak hanya kenyang pengalaman tempur, pria 75 tahun ini juga dikenal sebagai sosok “Raja Intelijen” Indonesia.

Belum lama ini, video perbincangannya diunggah akun Youtube resmi jurnalis senior, Karni Ilyas.

Dalam perbincangan itu, Hendropriyono berbicara soal bagaimana seorang prajurit TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), wajib menjunjung tinggi institusinya.

Apa yang diucapkan oleh Hendropriyono ini tak lepas dari permasalahan radikalisme yang marak akhir-akhir ini.

Seperti yang diketahui, pada 10 November 2020 lalu, ada seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang diketahui bernama Kopral Dua (Kopda) Asyari Tri Yudha, mengelu-elukan nama Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Baca :  Natalius Pigai Balas AM Hendropriyono, Tak Butuh Dedengkot Tua

Anggota Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 11/Durdhaga Wighra (DW) membuat geger saat meneriakkan dukungan saat Habib Muhammad Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Alhasil, Asyari pun dijatuhi sanksi Hukuman Disiplin Militer karena dianggap melakukan pelanggaran Disiplin Militer.

Komentar

News Feed