oleh

Mahfud MD Singgung Langkah Represif Pemerintah: Demokrasi Terlalu Longgar, Integrasi Terganggu

DEMOKRASI News – Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, antara demokrasi dan integrasi harus berjalan seimbang.

Hal itu penting untuk keberlangsungan sebuah negara yang sekaligus menjadi tugas bagi seluruh elemen bangsa.

Pernyataan itu ditulis Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (8/1/2021) sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

“Inilah dilemma: Jika demokrasi terlalu longgar maka integrasi terganggu,” tulisnya.

“Jika integrasi terlalu ditonjolkan maka demokrasi yang terpasung,” sambung Mahfud MD.

Karena itu, Mahfud MD menekankan bahwa antara demokrasi dan integrasi sama-sama penting dalm kelangsungan negara.

“Tugas kita menjaga keseimbangan agar keduanya subur,” tandasnya.

Dalam cuitan itu, Mahfud MD menyertakan tautan pemberitaan berbahasa Inggris berjudul ‘Between building democracy and maintaining integration’.

Baca :  Akui Sempat Sangat Benci, Ini Pengakuan Jujur Rocky Gerung soal FPI

Artikel itu berisi tulisan Mahfud MD yang diunggah The Jakarta Post.

Itu disampaikan saat Mahfud MD menjadi keynote speaker pada seminar virtual “Menghadapi Tantangan Saat Ini dari Demokrasi, Perdamaian, dan Keamanan” yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Asosiasi Riset Perdamaian Asia Pasifik pada 7 Januari.

Disebutkan, pasca Reformasi 98, kran demokrasi dibuka lebar-lebar.

Namun seiring berjalannya waktu, demokratisasi ini mulai menimbulkan permasalahan karena dinilai telah membuka tafsir dan praktik kebebasan yang berlebihan.

“Termasuk kebebasan untuk menipu dan menipu, disertai dengan berbagai transaksi politik di tingkat elit, sehingga menumbuhkan benih oligarki,” kata Mahfud dalam artikel tersebut.

Komentar

News Feed