oleh

Lumbung Pangan Unggulan Jokowi-Prabowo di Kalteng Terancam Gagal Panen

DEMOKRASI News – Program lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah terancam gagal panen. Sawah di lokasi proyek lumbung pangan nasional yang diunggulkan Presiden Joko Widodo itu gagal mencapai target pemerintah.

Para petani di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah mengeluhkan padi mereka yang tak berisi. Seorang petani bernama Mardi Pranoto mengatakan, sawahnya hanya menghasilkan 2 ton gabah kering giling per hektare.

Padahal, biasanya sawah miliknya menghasilkan 4 ton sampai 5 ton gabah kering giling per hektare.

“Silakan pemerintah lihat sendiri. Ini karena kami diminta menanam lebih cepat,” kata Mardi, dilansir dari Kompas, Minggu (31/1/2021)

Petani di Desa Belanti Siam itu menyebut, kegagalan panen ini karena petani mengikuti waktu tanam arahan pemerintah. Bibit padi yang digunakan juga mereka ganti sesuai keinginan pemerintah.

Baca :  Ternyata, Peretas Database Kejagung dan Bilang Jokowi Omong Kosong itu Pelakunya Anak SMP 16 Tahun di Palembang

“Kami sudah bertahun-tahun di sini, dari generasi ke generasi. Harusnya pemerintah dengarkan apa yang kami alami atau pengalaman kami, lalu jalankan,” tambah Mardi.

Petani lain bernama Agus juga mengakui sawahnya gagal panen. Lahan seluas 2 hektare milik keluarganya hanya menghasilkan 800 Kg per hektare.

Hama tikus dan cuaca buruk, berupa angin kencang dan hujan deras ikut menggagalkan panen di sawah Agus.

“Harusnya pakai bibit kami saja, bibit baru tidak cocok,” kata Agus.

Petani di Desa Gadabung, tetangga Desa Belanti Siam, juga mengalami gagal panen.

Komentar