oleh

Kisah Artidjo, Diancam Dibunuh & Santet hingga Tolak Suap Pengusaha

DEMOKRASI News – Minggu 28 Februari 2021 mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar tutup usia. Semasa hidupnya, Artidjo banyak menangani perkara besar.

Ia bercerita pernah diancam dibunuh dan disantet saat masih aktif menjadi Hakim Mahkamah Agung.

“Waktu itu jam 12 malam ada ninja yang mau bunuh saya, tapi yang didatanginya malah asisten saya. Allah melindungi saya,” ujar Artidjo seperti melansir tempo.co.

Artidjo merupakan Hakim Agung yang dikenal garang. Beberapa perkara kasasi yang ditanganinya malah menambah masa hukuman terdakwa.

Seperti kasus korupsi Hambalang dengan terdakwa Anas Urbaningrum dari tujuh tahun menjadi 14 tahun, politikus Partai Demokrat, Angelina Sondakh, dari vonis empat tahun menjadi 12 tahun penjara, dan pengacara O.C. Kaligis dari tujuh tahun menjadi 10 tahun.

Baca :  Luhut Minta KPK Tidak Berlebihan Ke Edhy Prabowo, Dewas: Maksud Pak LBP Kira-kira Apa Ya?

Sejak menjadi hakim MA pada 2000, Artidjo mengatakan siap untuk tidak berkawan dengan orang yang berpotensi memiliki perkara, termasuk orang dekatnya sekali pun.

Akibat sikapnya itu, Artidjo pernah diancam akan ditembak saat tidur, bahkan disantet orang yang perkaranya sedang ia tangani.

“Tapi santetnya tidak mempan. Darah Madura juga memungkinkan saya untuk tidak takut terhadap ancaman,” katanya sambil tertawa.

Selain itu, dia pernah bercerita pengalamannya yang coba disuap oleh pengusaha.

“Banyak orang datang ke saya, Pak Artidjo yang lain sudah loh, ya tampangnya pengusaha dari Surabaya,” kata Artidjo saat mengisi acara diskusi di Gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020 lalu.

Baca :  Polisi Mabuk Tembak Mati TNI di Cafe, Kapolri Langsung Terbitkan Surat Telegram Rahasia, Ini 5 Poin Isinya

Mendapat tawaran itu, Artidjo marah. Ia meminta si pengusaha itu keluar dari ruangannya. “Kalau tidak, kursi anda saya terjang atau saya suruh tangkap,” ujar mantan hakim Agung yang kerap memperberat hukuman koruptor ini.

Menurut Artidjo, si pengusaha tak kapok. Beberapa waktu kemudian, ia dikirimi fotokopi cek. Artidjo kembali menolak cek itu.

“Saya bilang dengan pedas, saya terhina dengan saudara itu. Jangan dilanjutkan lagi, kalau dilanjutkan urusannya menjadi lain,” kata dia.

Dia mengatakan juga pernah menangani kasus terkenal. Ia enggan menjelaskan kasus apa. Dia bilang, kali ini orang yang berperkara mencoba menyuapnya. Orang ini, kata dia, mencoba mendekati lewat kerabat dan keponakannya.

Baca :  Pak Nadiem Makarim Jangan Cuma Bisanya Nyuruh Belajar Online Doang, Kuota Internet Tolong Disubsidi Dong

Komentar

News Feed