oleh

Ketua MUI Dr Cholil Nafis: Tidak Ada Kearifan Lokal, Bukti Kriminal karena Miras Banyak, Untuk Apa Melegalkan Investasi?

DEMOKRASI News – Ketua MUI Pusat KH. M. Cholil Nafis, menolak investasi minuman keras (Miras) meskipun hanya di 4 Provinsi. Menurutnya, apapun jenisnya yang memabukan itu bahaya pada akal, maka hukumnya haram.

“Dimanapun itu tempatnya kalau diminum memabukkan maka hukumnya haram,” katanya melalui akun Instagramnya @cholilnafis, Ahad (28/2). “Maka penjualnya pun klo tahu untuk diminum hingga memabukan maka hukumnya haram,” tambahnya.

Menurutnya, hokum orang yang beinvestasi untuk bisnis Miras adalah haram. Sementara yang membiarkan kemungkaran dengan cara melegalkan juga haram.

“Yang mebiarkan kemungkaran dengan melegalkan miras dan investasi maka hukumnya haram, “katanya. “Termasuk yang melegalkan investasi Miras itu sama dengan mendukung beredarnya miras maka hukumnya haram,” tambah dia.

Ia juga menampik alasan bahwa pelegalan investasi ini sesuai dengan kearifan lokal. “Jika Negara ini harus melarang beredarnya Miras, maka apalagi investasinya juga harus dilarang. Tak ada alasan karena kearifan lokal kemudian,” katanya.