oleh

Jadi Pria Kesepian, Udin Cabuli 14 Anak Dibawah Umur di Tangerang

DEMOKRASI.CO.ID – Miris yang dilakukan salah seorang pria yang berprofesi sebagai sekuriti bernama Sarifudin alias Udin (40).

Udin nekat mencabuli 4 anak di bawah umur untuk memuaskan hasrat biologisnya, karena sejak tahun 2009 ditinggal cerai oleh sang istri.

Aksi Udin diketahui oleh salah seorang orang tua korban, hingga akhirnya melaporkan aksi bejat tersebut ke Polsek Pagedangan dan dilimpahkan langsung ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tangsel.

Tak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk menangkap Udin.

“Tersangka diamankan keluarga korban kemudian dibawa ke Polsek Pagedangan dan melimpahkan di Polres. Masih kita dalami keterangan dari yang bersangkutan,” terang Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono di Mapolres Tangsel, Jumat (3/7).

Baca :  Mahfud Dilempari Batu di Gresik, Kaca Depan Mobil Pecah

Ditangkapnya Udin, jajaran Unit PPA Satreskrim Polres Tangsel langsung melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

“Info beredar 14 kita harus klarifikasi dulu, karena pengakuan dari pelaku ini 4 korban dan 4 korban ini masih kita dalami siapa yang menjadi korban,” tuturnya.

Lanjutnya, modus yang dilakukan Udin untuk bisa mencabuli korban dengan cara mengiming-ngimingi bermain game di kontrakannya.

“Keterangan awal mengajak untuk main dikos-kosan. Diajak main game baru sekali,” ujar Wibi.

Masih kata Wibi, kepastian apakah akan bertambah lagi korban pencabulan yang dilakukan Udin. Menurutnya, hal itu masih dalam penyelidikan dan meminta keterangan dari korban serta pelaku.

“Info awal, kita belum bisa memberikan keterangan lebih pasti. Korban dan saksi saksi belum bisa diminta keterangan dan baru divisum hari ini. Kita menunggu hasil visum,” ucapnya.

Baca :  3 Oknum Brimob Keroyok Prajurit TNI di Manokwari Papua

Sementara terpisah, R (40) selaku orang tua dari seorang korban tak menampik akan bertambahanya korban lain semasa berjalanya perkembangan kasus.

Ia pun mengaku aksi cabul yang dialami oleh anaknya berdampak terhadap tekanan jiwa sang anak.

“Anak (saya) takut, malu juga. Ada empat orang korban yang sudah diketahui di dampingi sama orangtua. Infonya ada 14 orang. Makanya kita mau dalami lagi cari keterangan buat mastiin 14 orang,” papar R saat dikonfirmasi. (dhe/pojoksatu/rmol)

Komentar

News Feed