oleh

Hakim Nilai Kesatria Untuk Kedua Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

DEMOKRASI.CO.ID – Kedua terdakwa penyerangan Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis dinilai telah bersikap kesatria oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Hal ini diutarakan saat hakim membacakan pertimbangan dalam sidang vonis keduanya, Kamis (16/7) malam kemarin.

“Terdakwa telah bersikap kesatria mengakui dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga menjadikan kasus yang sekian lama tidak terungkap menjadi terungkap,” kata Ketua Majelis Hakim, Djuyamto membacakan amar putusan di PN Jakarta Utara.

Hal ini yang menjadi pertimbangan meringankan Mejeli Hakim dalam memutus dua anggota Brimob itu. Rahmat Kadir yang berperan aktif divonis dua tahun penjara, sementara Ronny Bugis dihukum satu tahun dan enam bulan penjara.

Baca :  Nyanyi di Acara Sunatan di Zona Merah, Polisi Segera Periksa Rhoma Irama

“Terdakwa juga telah meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat Indonesia,” beber Hakim.

Hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan, yakni keduanya sudah mencoreng nama baik institusi Polri. Majelis Hakim pun menyebut, perbuatan kedua terdakwa menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami luka berat.

Untuk diketahui, Rahmat dan Ronny melakukan perbuatan tersebut karena membenci Novel Baswedan yang dinilai telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) atau air aki kepada Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya pada 11 April 2017 silam.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir divonis melanggar Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [jawapos]

Komentar