oleh

Gerombolan Bersenjara Culik Puluhan Siswa Dan Guru Dari Sekolah Nigeria, Presiden Turun Tangan

DEMOKRASI News – Sebanyak 42 orang termasuk 27 siswa dan 3 guru dari sebuah sekolah di Nigeria tengah, jadi korban penculikan gerombolan bersenjata pada Selasa (16/2) malam waktu setempat.

Keterangan tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah bagian Niger, Muhammad Sani Idris pada Rabu (17/2). Keterangan tersebut sekaligus meluruskan laporan awal yang menyebut bahwa ratusan telah diculik.

“Mereka menculik 42 orang dari sekolah tersebut. Mereka mengambil 27 siswa, bersama dengan tiga guru. Satu siswa tewas. Mereka juga menculik 12 anggota keluarga guru,” katanya melalui sambungan telepon, seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/2).

Dia menambahkan bahwa saat serangan terjadi, ada sekitar 650 siswa yang berada di sekolah yang bernama Government Science College tersebut.

Baca :  Anies Perintahkan Dinsos DKI Cek Identitas Tunawisma Yang Ditemui Mensos Risma

Menanggapi peristiwa tersebut, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, telah mengirim kepala keamanan ke negara bagian Niger untuk mengoordinasikan misi penyelamatan bagi siswa dan guru yang diculik tersebut.

“Presiden telah mengarahkan Angkatan Bersenjata dan Polisi, untuk memastikan semua tawanan segera dan dengan selamat,” kata juru bicara kepresidenan Garba Shehu dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat dan sumber keamanan mengatakan, para penyerang yang menyerbu sekolah itu berseragam militer, dan datang dalam jumlah besar. Mereka menggiring para siswa ke hutan terdekat, kata

“Seorang siswa tewas selama penculikan itu,” kata pejabat itu.

Nigeria bagian barat laut dan tengah semakin menjadi sasaran geng kriminal yang dikenal secara lokal sebagai “bandit” yang menculik untuk uang tebusan, pemerkosaan, dan penjarahan di seluruh wilayah.

Baca :  Kebakaran Besar Terjadi di Sebuah Gereja Abad ke-15 di Prancis

Penculikan Niger terjadi dua bulan setelah ratusan anak sekolah diculik di negara bagian Katsina barat laut, kemudian dibebaskan beberapa hari kemudian setelah negosiasi dengan pemerintah.

Komentar

News Feed