oleh

FPI, Polisi dan Mahfud MD Satu Suara

DEMOKRASI News – Front Pembela Islam (FPI) dan kepolisian satu suara terkait beredarnya Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

STR tertanggal 23 Desember 2020 itu memuat tentang pembubaran sejumlah ormas.

Dalam STR/965/XI/IPP.3.1.6/2020 disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) mengenai pembubaran ormas.

Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menyikapi santai beredarnya STR tersebut.

Dia juga menyebut telegram itu hoaks atau tidak benar.

Aziz lantas mempertanyakan soal Perppu yang menjadi acuan dasar penerbitan surat telegram Polri terkait pembubaran ormas tersebut.

Dia menyebut Perppu yang tercantum dalam surat telegram Polri tersebut tidak ada nomornya.

Baca :  Habib Umar Al Hamid Minta Pemerintah Cermati Seruan Dialog Habib Rizieq

“Perppu nomor berapa yang dimaksud dalam telegram tersebut? Bila tidak ada perppunya, maka berita tersebut dapat diklasifikasikan berita hoaks,” kata Aziz kepada JPNN.com, Jumat (25/12/2020).

Komentar

News Feed