oleh

FPI Berencana Gelar Demo, Kader PDIP: Mohon Dipikir Lagi Demi Keselamatan Bersama

DEMOKRASI News – Front Pembela Islam (FPI) diminta untuk mempertimbangkan kembali secara matang rencana menggelar aksi di Istana Negara pada Jumat (18/12) mendatang. Unjuk rasa dilakukan untuk menuntut pengusutan tuntas kasus kematian 6 laskar FPI dan menuntut pembebasan pemimpin mereka, Habib Rizieq.

Kader PDI Perjuangan Rahmad Handoyo mengatakan bahwa FPI memang punya hak untuk menyuarakan pendapat sebagai warga negara. Hanya saja, dia mengingatkan bahwa Indonesia masih bergulat menghadapi sebaran Covid-19.

“Aksi bisa menjadi hal yang membahayakan buat pribadi-pribadi yang demo dan lingkungan asal mereka yang demo. Sebab itu sangat berpotensi sekali menjadi klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/12).

Baca :  Tim Advokasi NKRI Auidiensi ke Bareskrim Polri Minta Dukung Ummat Tolak RUU HIP

Anggota Komisi XI DPR ini meminta agar anggota FPI menahan diri dan tidak melakukan demonstrasi demi keselamatan diri mereka dan lingkungan.

Selain itu, FPI juga harus menghormati kebijakan PSBB yang tengah diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melarang ada kerumunan.

Jika aturan itu dilanggar, maka Rahmad mengingatkan bahwa akan ada konsekuensi yang harus diterima.

“Jadi saya mohon dipertimbangkan lagi, dipikirkan lagi demi keselamatan bersama. Ini masa PSBB harus dihormati. Tidak diperkenankan untuk pengerahan massa, pasti nanti harus dipertangungjawabkan dari sisi hukum,” tutupnya.[Rmol]

Komentar

News Feed