oleh

Dukung Langkah Tiongkok, Pengamat: Sanksi China Pada BBC Mungkin Bukan Yang Terakhir

DEMOKRASI News – Sejumlah pengamat mengatakan, larangan Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (NRTA) kepada BBC mungkin bukan satu-satunya tindakan terakhir yang akan dilakukan pemerintah China terhadap media tersebut.

Li Haidong, profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Urusan Luar Negeri China, menjadi salah satu pengamat yang mengungkapkan hal itu.

Menurutnya, ada kemungkinan China akan mengambil tindakan pembalasan lebih lanjut, tergantung pada apakah BBC akan memperbaiki kesalahannya, dan berhenti mendistorsi masalah seperti Hong Kong, Taiwan, dan Xinjiang.

Jika tidak, China kemungkinan akan mengusir wartawan BBC yang berbasis di daratan China, menurut Li.

“Mengusir jurnalis adalah langkah yang masuk akal, karena jika jurnalis gagal melaporkan China secara obyektif, mengeluarkan mereka adalah tindakan yang tepat,” kata Li.

Baca :  Diuntungkan Pandemi, China Bakal Kalahkan AS Jadi Kekuatan Ekonomi Nomor Satu Dunia

Zhao Chen, peneliti di Institut Studi Eropa di bawah Akademi Ilmu Sosial China bahkan menuding BBC didanai pemerintah Inggris, sehingga tidak profesional dalam memberikan informasi tentang China.

“Tidak ada tentang ‘kemerdekaan’ atau jurnalisme profesional dalam pemberitaan BBC tentang China karena telah didanai oleh pemerintah Inggris dan perlu bekerja sama dengan politisi,” ujarnya.

Zhao mengatakan bahwa BBC berada di bawah tekanan ganda baru-baru ini, yaitu hibah pemerintah yang terbatas karena pengaruh pandemi Covid-19 dan persaingan ketat untuk memenangkan audiensi.

Selain pengamat, banyak netizen di China dan luar negeri yang ikut memuji langkah yang dilakukan pemerintah Tiongkok melarang siaran BBC.

“Baik untuk orang-orang China, mereka tidak perlu mendengarkan propaganda Inggris,” komentar seorang netizen bernama Victor Sierra di Twitter.

Baca :  Terkait Maklumat Kapolri soal FPI, KAMI: Penyalahgunaan Wewenang!

Komentar

News Feed