oleh

Dinilai Gagal Hadir Di Tengah Pandemik Covid-19, PMII Jatim Minta Menag Fachrul Razi Dicopot

DEMOKRASI.CO.ID, JAKARTA – Suara kritikan terhadap kinerja kabinet Indonesia Maju terus menggelinding usai Presiden Jokowi menunjukkan kemarahannya Kamis (18/6) lalu saat sidang kabinet paripurna.

Saat itu Jokowi mengaku jengkel karena para menterinya tidak memiliki sens of crisis menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

Suara perombakan kabinet Jokowi itu ditanggapi oleh aktivis mahasiswa Nahdliyin, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Abdul Ghoni menilai Kementerian Agama (Kemenag) RI merupakan lembaga paling tidak serius mulai dari awal kabinet terbentuk.

“Berbicara kinerja menteri, apa yang disampaikan presiden soal menteri harus kerja extraordinary adalah Menteri Agama yang hampir tak mencerminkan keseriusan dari awal”, kata Abdul Ghoni, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/7).

Baca :  Pernyataan Gatot Nurmantyo Soal PKI Bangkit Bisa Jadi Benar, Bukan Mainan Politik!

Aktivis dari pulau Jawa paling timur ini melihat Fachrul Razi sebagai pemimpin di Kemenag, tidak mempunyai capaian program selama pandemik Covid-19.

“Persoalan pendidikan di bawah naungan Kemenag, Menag gagal hadir di tengah-tengah kampus ketika pandemi ini,” imbuhnya.

“Sering menghilang dan gak mau berdialog, mendengarkan keluh kesah mahasiswa selama ini,” terangnya.

Ghoni mewakili kader PMII di Jawa Timur menyatakan tidak puas atas kinerja Menteri Agama. Ia meminta Presiden Jokowi mengambil langkah extraordinary sesuai pidatonya dalam rapat kabinet.

“Saya sih menyarankan kepada presiden untuk reshuffle menteri agama”, ujarnya.

Menurut Abdul Ghoni, isu dan kebijakan tentang pendidikan dan radikalisme akan menjadi konsentrasi bangsa ke depan. Tantangan itu harus dilakukan oleh pemimpin yang betul-betul memahami isu dan problematika bangsa.

Baca :  Andre dan Fadli Zon Antar Rahmad-Asyirwan Daftar Pilkada Limapuluh Kota

“Daripada kementerian agama hancur, mending ganti,” pungkas Abdul Ghoni. [rmol]

Komentar