oleh

Denny Siregar Sebut Foto Santri ‘Calon Teroris’ Ilustrasi, Ini Reaksi Pondok Pesantren

DEMOKRASI.CO.ID – Denny Siregar, pegiat media sosial, dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.
Pada postingan berjudul ‘Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang’ yang diposting di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020, Denny menyatakan tidak melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.
Hal itu mendapat tanggapan dari Ketua Forum Mujahid Tasikmalaya Nanang Nurjamil. Nanang menyatakan, pernyataan itu hanya menjadi alasan dari Denny Siregar untuk menyembunyikan kesalahannya. Padahal, kata dia, secara jelas dia menggunakan foto orang lain tanpa izin.
“Pertama, tidak mungkin sebuah postingan, subtansinya tidak ada korelasi dengan foto. Kedua, menurut Undang-undang hak cipta, dia tidak boleh memasang foto milik orang lain, tanpa izin yang punya, itu sudah jelas di atur dalam Undang-undang hak cipta. Ketiga, memang dipostingan dia dituliskan ilustrasi, tapi di media dia tidak ada menyebut itu ilustrasi,” kata Nanang via sambungan telepon, seperti dilansir detikcom, Ahad (5/7/2020).
Nanang menyebut, dengan Undang-undang Hak Cipta saja, Denny Siregar sudah melanggar. “Dengan Undang-undang hak cipta saja dia sudah kena, apalagi Undang-undang ITE,” sebutnya.
Dia juga menyebut foto yang diposting Denny Siregar merupakan santri di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya. “Itu santri kami di Daarul Ilmi, dimana terorisanya? Kan tidak nyambung antara subtansi yang ia sampaikan dengan foto, terorisnya dimana anak itu? Kalau disangkutpautkan dengan teroris kegiatannya juga tidak nyambung itu aksi kok dibilang teroris,” jelasnya.
“Lagian, anak-anak itu baru selesai mengaji aksi 313 (tahun 2017 lalu di Jakarta),” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya Ustaz Ahmad mengatakan, soal foto ilustrasi yang disebutkan Denny Siregar dipostingan Facebook nya.
“Ilustrasi? Kita paham juga bahasa bahasa jurnalis (jurnalistik), kita juga paham tulisan-tulisan ya, kalau itu ilustrasi bahasa dia ‘Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang’ ada kaitannya dengan foto itu, kalau ilustrasi kenapa tidak ambil kartun dan lainnya,” katanya via sambungan telepon.
Ahmad menambahkan, Denny Siregar pasti tahu dan sadar bila foto yang dimuatnya merupakan santri. “Apakah dia tidak tahu itu santri kita? Saya yakin dia tahu itu santri, karena santri saya semenjak 212 ikut ngaji, kalau ilustrasi biasalah bahasa dia, karena santri kita kan benar-benar, orang tahu itu santri kita,” ujarnya. (*)
Baca :  Polisi Proses Laporan Denny Siregar, Ini Alasan Penyidik Libatkan Saksi Ahli

Komentar

News Feed