oleh

Denny Siregar Hina Santri dengan Sebutan Teroris, Forum Mujahid Tasikmalaya Lakukan Langkah Ini

DEMOKRASI.CO.ID – Massa Forum Mujahid Tasikmalaya (FMT) mengancam akan melaksanakan aksi lebih besar jika laporan mereka atas Denny Siregar tak ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Polresta Tasikmalaya diberi waktu selama 14 hari untuk memenuhi tuntutan mereka, yaitu membawa terlapor ke Tasikmalaya dan memenjarakannya.

Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasik, Ustad, Ahmad Ruslan Abdul Gani mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Denny Siregar pada Kamis (02/07) lalu.

Laporan bernomor LP/B/188/VII/2020/JBR/RES TSM KOTA itu, diterima langsung oleh Kapolresta Tasikmalaya AKBP, Anom Karibianto.

“Kita (pihak pesantren dan Forum Mujahid Tasik, Red) menuntut polisi membawa Denny Siregar ke Tasik dan dipenjarakan. Kalau tidak dipenuhi tuntutan kita, umat akan aksi besar-besaran di Tasikmalaya,” katanya kepada wartawan, Jumat (03/07) sore.

Baca :  PKS: Kegagalan Esemka Tidak Bisa Dipisahkan Dari Tanggung Jawab Jokowi

Ia menerangkan, tak menutup kemungkinan, aksi serupa seperti kemarin Kamis akan dilakukan di sejumlah daerah lainnya.

Menurut dia, beberapa organisasi masyakat (ormas) di Jakarta dan Lampung telah siap melakukan aksi solidaritas.

“Kita tunggu kerja Polisi 14 hari setelah laporan. Kalau tidak ada (hasilnya, Red), ya gimana lagi (aksi besar-besaran),” terangnya.

Kemarahan umat Islam Kota Tasik ini berawal ketika Denny mengunggah status di Facebook pada 27 Juni 2020.

Dalam status itu, ia menulis status berjudul “ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG” dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Foto yang diunggah Denny belakangan diketahui merupakan foto santri Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasik.

Baca :  Iyut Bing Slamet Histeris Ditangkap Polisi: Ya Allah...Mati Aja!

Foto itu diambil ketika para santri mengikuti aksi damai 212 di depan Masjid Istiqlal Jakarta pada 2019.

Saat ini, status itu telah menghilang dari akun Facebook Denny Siregar alias dipaus. Kendati demikian, pihak pesantren menyimpan tangkapan layar (screenshoot) status yang dibuat oleh Denny kala itu. (dhe/pojoksatu/jpr)

Komentar

News Feed