oleh

Data Pegawai Diretas Oleh Bocah 16 Tahun, Kejagung Lakukan ini

DEMOKRASI News – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap adanya peretasan data pegawai pada website resmi Kejaksaan.go.id, yang diunggah di situs hacker raidforums.com oleh pengguna bernama Gh05t666nero.

Data pegawai tersebut berisi nama lengkap, nomor telepon, alamat email dengan domain @kejaksaan.go.id, jabatan, pangkat kepegawaian, dan nomor pegawai.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan info peretasan data pegawai pertama kali diterima pada Rabu, 17 Februari, sekitar 14.55 WIB. Data itu kemudian diduga dijual kembali.

Leonard menyebut, tim Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Pusdaskrimti) Kejagung kemudian bergerak. Hasilnya, tim mendapat informasi bahwa data pegawai yang diperjualbelikan sebesar 500 megabyte dan jumlah file sebanyak 3.086.224.

Baca :  Adian Napitupulu Berani Pasang Badan Bela Jokowi, Sekarang Ditantang Keluar Barisan

“(Data) dijual seharga Rp 400 ribu. Tim juga menganalisis dan mendapatkan sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada web Kejaksaan RI,” ujar Leonard dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Setelah menganalisis sumber data, kata Leonard, tim siber Kejagung kemudian melakukan investigasi dan memancing pelaku dengan cara membeli data tersebut.

“Dari penelusuran yang didapatkan identitas pelaku berinisial MFW. Tim Kejaksaan menemukan username yang bersangkutan, Twitter, maupun Telegram, WhatsApp, dan website,” ucap Leonard.

“Hasil penelusuran tim Kejaksaan juga kerja sama dengan BSSN, serta komunitas hacker, didapat sumber data yang berkembang berupa identitas diri MFW lengkap dengan NIK, tempat tanggal lahir. (Pelaku) berusia 16 tahun dan masih bersekolah, alamat yang bersangkutan di Lahat, Sumatera Selatan,” kata Leonard.

Baca :  Anggota F-PDIP Ingatkan Kejagung Harus Transparan Soal Jaksa Pinangki

Komentar

News Feed