oleh

Cerita Hari Terakhir di Rumah Editor Metro TV sebelum Ditemukan Tewas, Galau Buntuti Ibunya Kemanapun

DEMOKRASI.CO.ID – Ibunda Yodi Prabowo editor Metro TV yang ditemukan tewas diduga karena dibunuh mengungkapkan gelagat aneh sang anak.

Itu disampaikan ayahanda Yodi, Suwandi, saat menceritakan hari terakhir Yodi berada di rumah, Selasa (7/7/2020).

“Memang kayak bingung kata istri pas hari Selasa, dia ngikutin tumben-tumbenan,” ujar Suwandi.

BACA: 7 Fakta Pengaruh Asmara Kasus Kematian Editor Metro TV, Ada yang Bikin Sang Pacar Penasaran

“Istri saya masak dia ikutin, istri saya ke depan dia ikutin, mungkin dia mau ngomong sesuatu sebelum berangkat itu. Tapi nggak ngomong. Ya boleh dibilang kayak galau-galau. Ada sesuatu yang pangen diomongin,” lanjut sang ayah.

Kegelisahan itu memang terasa berkorelasi dengan beberapa cerita dari orang terdekat, salah satunya kekasih Yodi.

Baca :  Kasus Viral Tambal Ban Rp 600 Ribu Berakhir Saling Legowo

Diceritakan Yodi memang tengah memiliki masalah dengannya lantaran ditengarai memiliki hubungan perasaan yang lain dengan rekan wanita satu kantornya.

Maka menjadi mungkin ketika sang ayah mengungkapkan kalau sang anak menjadi sangat dekat dengan Tuhan belakangan ini.

“Sholatnya rajin, rajinnya sampe dia ke Masjid Al-Jihad. Dia kalau subuh keluarin motor pakai sarung. Tetangga juga kan sering bareng. Mungkin lebih dari sebulan, yang jelas ibadahnya makin meningkat. Saya lihat perubahannya itu,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Yodi, ungkap Suwandi, memang termasuk anak yang pendiam dan tak mudah mengungkapkan persoalan pribadinya kepada orang lain. Apalagi sebagai ayah, Suwandi termasuk pekerja yang berangkat pagi pulang sore, berbeda dengan sang anak yang punya jam kerja berbeda.

Baca :  Jenazah Hilang Tersisa Rambut, Warga Bekasi Takut Manusia Pemakan Mayat

“Kalau saya kan kerja normal. Berangkat pagi pulang sore, tapi kalau anak saya kan berangkat sore, berangkat pagi. Jadi kalau saya berangkat pagi, pulang sore, sorenya kan nggak ketemu,” tuturnya.

Sehingga, kata Suwandi, kalau pun ada persoalan paling penting yang harus diceritakan pun, ibunya yang akan menjadi tempatnya mengungkapkan curahan hati.

“Paling mamanya, kalau pun ada (curhat),” ungkapnya. (sta/pojoksatu)

Komentar

News Feed