oleh

Baranusa: Infrastruktur Pemerintah Hanya Bikin Negara Semakin Bangkrut

DEMOKRASI.CO.ID – Masa kerja Presiden Joko Widodo yang hingga hari ini telah mencapai 6 tahun tengah disoroti sejumlah elemen masyarakat.
Kritik disampaikan adalah terkait program pembangunan infrastruktur, yang mulai periode pertama hingga periode kedua kali ini menjadi yang diutamakan.
Salah satu pihak yang menyoroti terkait program Jokowi ini ialah Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), yang dimotori oleh Adi Kurniawan.
Dalam sebuah siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Adi Kurniawan bersama barisannya menilai program infrastruktur Jokowi tak memberikan efek yang nyata bagi masyarakat.
“Infrastruktur yang digalakkan Pemerintahan Jokowi selama ini juga dianggap belum mampu memberikan efek positif bagi perekonomian negara dan rakyat Indonesia,” ungkapnya Jumat (3/7).
Menurut Adi, pembangunan infastruktur justru membuat negara semakin bangkrut karena beban utang yang semakin lama semakin bertambah.
“Infrastruktur tersebut hanya mampu mencetak utang yang numpuk hingga mencapai ribuan triliun rupiah, tanpa memberikan pemasukan bagi keuangan negara secara signifikan,” tuturnya.
“Infrastruktur juga dinilai tidak sejalan sesuai fungsinya. Seperti tol, pelabuhan dan bandara, yang seharusnya menjadi pendukung bagi jalannya roda perdagangan dalam negeri. Namun yang terjadi malah hanya menjadi roda perdagangan asing,” pungkas Adi Kurniawan.
Mengutip laporan Bank Indonesia (BI), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I 2020 sudah mencapai 389,3 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara Rp 5.796 triliun. (Rmol)
Baca :  Menko Luhut Kampanyekan Bangga Buatan Indonesia

Komentar

News Feed